BNN Basel Bentengi 150 Guru PAI, Perkuat Sekolah Lawan Narkoba

Sementara itu, Kepala BNNK Bangka Selatan Hendra Amoer menegaskan bahwa ancaman narkotika saat ini semakin serius dengan modus operandi yang terus berkembang. Karena itu, pemberantasannya tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia tengah bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan bonus demografi sebagai modal utama pembangunan. Namun, apabila generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban bangsa.
“Seluruh komponen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda agar tumbuh sehat, berkarakter, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Hendra.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkotika kini telah menyasar seluruh kelompok usia, bahkan ditemukan kasus yang melibatkan siswa SD, SMP hingga SMA/SMK. Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa lingkungan pendidikan tidak lagi steril dari ancaman narkoba.
Untuk itu, BNNK Bangka Selatan terus mengoptimalkan Implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dan Program ANANDA Bersinar sebagai upaya pencegahan yang berkelanjutan di satuan pendidikan. Melalui program tersebut, guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai anti narkoba dalam proses pembelajaran sehingga terbentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan Bersih Narkoba (Bersinar).
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembuatan video komitmen sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program P4GN, Implementasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), dan Program ANANDA Bersinar di Kabupaten Bangka Selatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (GM)





