Inovasi Layanan Pajak Dekatkan Pemerintah ke Warga, BAKUDA Hadir di AIK BAKUNG Desa Bencah

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Badan Keuangan Daerah (BAKUDA) terus melakukan terobosan demi meningkatkan pelayanan publik, salah satunya dengan menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) langsung di tengah masyarakat.
Hal ini terlihat dalam keikutsertaan BAKUDA pada kegiatan AIK BAKUNG (Ajak Bupati Kite Sambang Kampung) yang akan digelar di Desa Bencah pada 1–2 Agustus 2025.
Langkah ini tidak hanya dimaksudkan untuk memeriahkan kegiatan tahunan yang diinisiasi Bupati Bangka Selatan, tetapi juga sebagai bentuk pendekatan langsung pemerintah kepada masyarakat desa dalam memberikan edukasi dan pelayanan perpajakan yang cepat, mudah, dan nyaman.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, BAKUDA bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel, yang menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui Virtual Account (VA).
Sebanyak 50 pembayar PBB pertama yang menggunakan metode pembayaran VA akan mendapatkan suvenir menarik sebagai bentuk penghargaan atas kepatuhan membayar pajak serta untuk mendorong penggunaan sistem non tunai di kalangan masyarakat.
Plt. Kepala BAKUDA Bangka Selatan, Netty Herawaty, S.E., M.M., mengatakan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bagian dari upaya nyata Pemkab dalam memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan literasi perpajakan.
“Kami ingin masyarakat desa merasakan langsung manfaat pelayanan yang mudah dan digital. Bukan hanya membayar pajak, tetapi juga memahami pentingnya peran pajak dalam pembangunan daerah,” ujar Netty.

Tidak hanya layanan langsung dan suvenir, BAKUDA juga menghadirkan program keringanan pembayaran PBB-P2 yang berlaku hingga 20 Desember 2025.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat melunasi tunggakan pajak dengan skema pemotongan sebagai berikut:
75% dari pokok piutang tahun 2002–2010,
50% dari pokok piutang tahun 2011–2019,
25% dari pokok piutang tahun 2020–2024.
Program ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang menunggak, sekaligus menggenjot pendapatan asli daerah dari sektor pajak.
Netty menegaskan bahwa pendekatan pelayanan langsung seperti ini tidak hanya meningkatkan kesadaran pajak, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor, karena pemerintah yang turun langsung ke desa-desa melalui kegiatan seperti AIK BAKUNG,” tegas Netty Herawaty.
Melalui kehadiran aktif dalam program lintas sektor ini, BAKUDA menunjukkan bahwa pelayanan perpajakan pun bisa dilakukan dengan cara yang inklusif, ramah, dan edukatif. (Eboy)





