Cegah Judi Online dan Kejahatan Siber, SMAN 3 Toboali Gandeng PWI Basel Edukasi Siswa Baru

BANGKA SELATAN — Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026, SMAN 3 Toboali menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan untuk memberikan edukasi penting kepada para siswa baru tentang bahaya penggunaan media sosial secara berlebihan, khususnya terkait dengan ancaman judi online dan kejahatan siber lainnya.
Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan yang digelar pada Rabu (16/7/2025).
Dalam paparannya, Dedy mengingatkan para siswa akan dampak serius dari penggunaan media sosial yang tidak bijak, terutama di tengah maraknya kasus penipuan digital dan praktik judi online.
“Berdasarkan data pemberitaan, Provinsi Bangka Belitung menempati peringkat ketiga secara nasional dengan jumlah warga yang terjebak dalam sindikat judi online dan scam,” ungkap Dedy.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa hingga kini masih puluhan warga asal Babel yang terjebak dalam jaringan penipuan daring internasional dan sedang dalam proses pemulangan dari Myanmar.

Tak hanya itu, Dedy juga menyoroti dampak domino dari judi online yang kerap berujung pada tindak kriminal seperti pencurian, penyalahgunaan narkotika, bahkan kasus bunuh diri.
“Di RSJ Surabaya saja, ada 85 pasien yang sedang menjalani perawatan akibat kecanduan judi online. Ini bukan hanya soal finansial, tapi juga sudah merusak psikologi masyarakat,” tambahnya.
Tak lupa, Dedy mengingatkan bahaya cyber bullying sebagai bentuk kejahatan lain yang timbul akibat penyalahgunaan media sosial, yang menurutnya sangat rentan terjadi di kalangan remaja dan pelajar.
PWI Basel pun mengapresiasi langkah SMAN 3 Toboali yang telah proaktif mengedukasi siswa baru mengenai risiko finansial, sosial, dan hukum dari aktivitas ilegal di dunia maya.
“Kegiatan seperti ini adalah bentuk preventif yang sangat penting agar generasi muda tidak menjadi korban kejahatan digital. Literasi digital dan media harus diperkuat sejak dini,” ujar Dedy.

Selain membahas isu kejahatan digital, Dedy juga menyisipkan materi literasi jurnalistik kepada para siswa. Ia mendorong para pelajar untuk gemar membaca, menulis, dan berpikir kritis dalam menyerap informasi, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari generasi yang cerdas dalam bermedia.
Kepala SMAN 3 Toboali, Elya Rosda, didampingi Ketua MPLS Tri Pratestyo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan paparan yang diberikan oleh PWI Bangka Selatan.
“Anak-anak kami mendapat wawasan baru yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Harapan kami, informasi konkret yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan menjauhi praktik judi online,” ujar Elya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membentuk karakter dan integritas siswa, serta memperkuat kesadaran digital di kalangan pelajar, seiring dengan tantangan era teknologi informasi yang semakin kompleks. (Eboy)





