Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangPT Timah

PT TIMAH Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya, Dari Seni Rebana hingga Tradisi Warisan Leluhur

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.IDPT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal di wilayah operasional perusahaan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan berupaya menjaga keberlangsungan berbagai tradisi dan kesenian masyarakat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu bentuk dukungan terbaru diwujudkan melalui bantuan alat musik rebana kepada Grup Rebana AS-Saaddah di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aktivitas kelompok seni yang selama ini aktif mengisi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua Grup Rebana AS-Saaddah, Yulizana, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu kelompoknya yang sebelumnya mengalami kendala karena alat musik yang dimiliki sudah rusak.

“Alat yang kami miliki sebelumnya sudah rusak, padahal kami masih rutin latihan dan sering tampil dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan PT TIMAH tidak hanya memberikan manfaat dari sisi fasilitas, tetapi juga menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus melestarikan seni rebana sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga perusahaan semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Komitmen PT TIMAH dalam menjaga warisan budaya juga terlihat melalui dukungan terhadap berbagai tradisi adat di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bangka, perusahaan bersama masyarakat Adat Mapur menghadirkan Kampung Adat Gebong Memarong di Air Abik, Desa Gunung Muda yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukasi budaya dan sejarah. Perusahaan juga mendukung pelaksanaan tradisi Nuju Jerami yang masih dijaga masyarakat setempat.

Baca juga  Atlet Emas SEA Games Robi Syianturi Siap Meriahkan Basel Run 2026

Sementara itu, di Kabupaten Bangka Barat, PT TIMAH secara konsisten mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan adat seperti Festival Ruwah, Perang Ketupat di Tempilang, hingga Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah di Desa Pelangas.

Yang Dipertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, mengapresiasi perhatian PT TIMAH yang terus diberikan untuk mendukung pelaksanaan ritual adat setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH sangat membantu kami dalam melaksanakan ritual adat. Dukungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian adat istiadat masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dukungan terhadap pelestarian budaya juga dilakukan PT TIMAH di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Perusahaan turut mendukung penyelenggaraan Festival Lampu Colok yang rutin digelar masyarakat setiap bulan Ramadan.

Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Desa Sawang, Azyar, menyebut dukungan perusahaan membantu menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini turut menjaga kelestarian tradisi masyarakat. PT TIMAH juga kerap mendukung kegiatan ini,” katanya.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah.

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!