Mitra Binaan PT Timah, Sambal Lingkong Caesar Fa’iq Tembus Pasar Internasional

BELITUNG – Sundari, pelaku UMKM asal Belitung, sukses mengembangkan Sambal Lingkong Caesar Fa’iq dari usaha rumahan menjadi produk yang dikenal hingga pasar Taiwan dan Australia.
“Kesuksesan ini tidak lepas dari kerja keras, inovasi, dan dukungan PT Timah sebagai mitra binaan,” ungkap Sundari.
Berawal pada tahun 2006, Sundari bersama suaminya mulai meracik Sambal Lingkong, olahan khas Belitung berbahan utama santan, kelapa parut, dan ikan segar.
“Proses produksinya yang memakan waktu 5-6 jam menghasilkan sambal berkualitas tanpa pengawet, tersedia dalam tiga varian rasa: original, pedas, dan manis,” ucap Sundari.
Bisnis ini bermula dari permintaan tetangga yang mencicipi sambal buatannya dan ingin membeli. Dari sanalah usaha ini berkembang. Perjalanan bisnisnya semakin maju setelah ia menjadi mitra binaan PT Timah pada tahun 2022, berkat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja.
Sebagai mitra binaan, Sundari mendapatkan bantuan modal, legalitas usaha (BPOM, sertifikat halal BUMN, HAKI), serta kesempatan mengikuti pameran dan bazar.
“Dengan dukungan ini, produksi semakin meningkat dan Sambal Lingkong Caesar Fa’iq mulai dipasarkan di toko oleh-oleh, Rumah BUMN, dan minimarket di Belitung, serta ekspansi ke Jakarta dan Semarang,” tutur Sundari.
Namun, Sundari mengakui tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan tenaga kerja, yang membuatnya sulit memenuhi tingginya permintaan pasar.
“Saat ini saya dan suami masih mengerjakan semuanya sendiri. Permintaan pasar banyak, tetapi kami sering kewalahan karena kurangnya tenaga kerja,” pungkasnya.
Melihat potensi pasar yang terus berkembang, Sundari berencana meluncurkan produk baru, yaitu Kemplang Ikan dan Kemplang Udang, serta berharap PT Timah terus mendampinginya dalam mengembangkan usaha ini.
Kesuksesan Sambal Lingkong Caesar Fa’iq membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan semangat berwirausaha, UMKM lokal bisa berkembang hingga ke pasar global. (Wit)





