Gubernur Hidayat Arsani Warning SPBU dan Oknum Nakal di Babel: Jangan Mainkan BBM Subsidi!

“Untuk pengelola SPBU, jangan takut melaporkan ke pihak kepolisian jika ditemukan oknum nakal, baik itu dari pihak polisi maupun tentara atau pihak usaha lainnya. Jika terindikasi bermain curang, saya tidak segan-segan untuk memberhentikan hak izin operasi SPBU kalian,” ungkap Hidayat.
Ia menambahkan, pengawasan distribusi BBM harus dilakukan secara berkelanjutan agar penyaluran subsidi tidak menyimpang dari peruntukannya. Ketersediaan bahan bakar, kata dia, sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, transportasi, dan pergerakan ekonomi daerah.
Pemprov Babel berencana melanjutkan sidak ke sejumlah kabupaten, termasuk Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Bangka Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM agar persoalan serupa dapat diantisipasi di daerah lain.
Hidayat meminta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari wali kota, bupati, kepolisian hingga unsur TNI, ikut terlibat aktif dalam pengawasan di lapangan.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko menyatakan akan menindaklanjuti arahan gubernur melalui rapat koordinasi yang melibatkan Forkopimda, pemilik dan manajer SPBU, serta petugas di lapangan.
“Kita akan tindak tegas apabila ada temuan-temuan di sini. Saya akan meminta pihak Pertamina untuk mencabut hak izin operasi. Kita juga butuh dukungan dari masyarakat untuk tidak takut melapor ke kami,” tegas Indra.
Hidayat menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan awal, stok BBM di Pangkalpinang masih aman. Meski demikian, pengawasan akan terus diperketat untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat maupun negara.
“Untuk saat ini kita awali pengawasan di Pangkalpinang, dan sudah berjalan lancar. Stok BBM masih aman. Saya ingatkan sekali lagi kepada seluruh SPBU di Babel ini tidak ada lagi indikasi-indikasi yang merugikan negara,” tutup Hidayat.
Dalam sidak tersebut, Hidayat didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, jajaran Polresta Pangkalpinang, Forkopimda Kota Pangkalpinang, pengawas metrologi minyak, serta sejumlah pihak terkait.
Melalui pengawasan yang diperketat dan perluasan sidak ke berbagai kabupaten, Pemprov Babel berharap distribusi BBM subsidi semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh praktik penyimpangan. (GM)





