BangkaBangka BaratBangka BelitungBangka SelatanBangka TengahBelitungBelitung TimurBerandaBeritaPangkalpinang

Koordinator Komite Reformasi Belitong Soehadi Akhirnya Minta Maaf Terbuka ke Gubernur Hidayat Arsani

PANGKALPINANG, GARUDA MERDEKA.ID – Setelah resmi dilaporkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, ke Polda Babel pada Kamis (27/11/2025) sore, akhirnya Soehadi, Koordinator Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui kanal YouTube BTB Belitung Televisi Berita dan telah beredar luas.

Dalam pernyataannya, Soehadi mengakui kekhilafan dan mengoreksi seluruh tuduhan yang pernah dialamatkan kepada Gubernur Hidayat Arsani.

“Saya menyatakan kekhilafan saya, atas nama surat yang saya tanda tangani sebagai Koordinator Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan, terkait tuduhan kepada Bapak Hidayat Arsani,” ujarnya dalam rekaman video tersebut.

Ia menegaskan bahwa isi surat yang sebelumnya mencantumkan dugaan korupsi hanyalah kesalahan pribadi.

“Terkait dugaan korupsi di dalam surat itu merupakan kekhilafan saya dan tuduhan yang tidak berdasar. Saya meminta maaf kepada Bapak Hidayat Arsani dan keluarga atas kegaduhan dari surat yang saya tanda tangani tersebut,” jelas Soehadi.

Terkait persoalan hukum yang menjerat Wakil Gubernur Hellyana, Soehadi menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi ranah penegakan hukum dan tidak memiliki kaitan dengan Hidayat Arsani.

Baca juga  Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Hidayat Arsani Ingatkan ASN Bangka Belitung Patuhi Aturan

“Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, merasa difitnah terkait tuduhan korupsi sebesar Rp500 miliar, Gubernur Hidayat Arsani mendatangi SPKT Polda Babel pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB untuk melaporkan Soehadie Hasan.

“Bagi saya ini sangat prinsip. Kalau kritik soal kinerja, saya tidak masalah. Tapi ini fitnah yang sangat luar biasa. Tidak boleh lagi didiamkan,” tegas Hidayat Arsani usai membuat laporan.

Ia menantang pihak yang menuduh untuk membuktikan segala pernyataannya.

“Kalau terbukti, saya siap mengundurkan diri sebagai Gubernur. Sebagai warga negara, hak saya untuk mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Dalam dokumen pernyataan sikap Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan yang ditandatangani Soehadie Hasan, terdapat poin yang menyebutkan adanya kasus hukum yang melibatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel, termasuk tuduhan korupsi Rp500 miliar yang disebut pernah dilaporkan CIC pada 10 November 2025. Dokumen inilah yang menjadi dasar laporan Gubernur ke Polda Babel.

Dengan pernyataan maaf terbuka dari Soehadi, polemik yang memanas beberapa hari terakhir diharapkan dapat menemukan titik terang dan diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku. (Yg)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!