Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Pelajar SMP Pengguna Sabu Direhab, BNN Basel: Narkoba Ancam Generasi Muda

Menurut Hendra, kasus yang terungkap saat ini diyakini hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya. Mereka yang menjalani rehabilitasi umumnya berasal dari keluarga yang memiliki kepedulian dan kesadaran untuk menyelamatkan masa depan anaknya.

Ia menilai masih banyak korban penyalahgunaan narkoba yang belum terdeteksi atau belum mendapatkan penanganan karena minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi sejak dini sebelum muncul gangguan kejiwaan.

“Ini menunjukkan narkoba di Bangka Selatan benar adanya sudah menyasar usia sekolah. Yang dirujuk maupun dirawat jalan saat ini kemungkinan hanya sebagian kecil yang terdeteksi. Karena itu dibutuhkan gerakan masif yang didasari sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk menghadapi semakin banyaknya korban penyalahgunaan narkoba,” kata Hendra Amoer.

Baca juga  Kepala BNN Provinsi Babel Kunjungi BNN Bangka Selatan, Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

Hendra juga menyoroti belum tersedianya fasilitas rehabilitasi narkoba rawat inap di Bangka Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasien harus dirujuk ke RSJD dr. Samsi Jacobalis dengan jarak tempuh yang cukup jauh, sementara kapasitas rumah sakit juga terbatas.

Ia berharap ke depan Bangka Selatan memiliki fasilitas rehabilitasi rawat inap sendiri agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain itu, Hendra mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung Program ANANDA Bersinar sebagai upaya melindungi anak-anak dari ancaman narkoba.

“Indonesia Emas 2045 ditentukan oleh kualitas generasi muda hari ini. Fakta bahwa narkoba sudah menyasar anak-anak dan pelajar merupakan ancaman serius yang harus dihadapi bersama,” tegas Hendra Amoer. (GM)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!