Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Jalan Baru Diperbaiki Sudah Retak, Rina Tarol DPRD Babel Desak Investigasi Proyek Rp50 Miliar

BANGKA SELATAN, GARUDAMERDEKA.ID – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, menyoroti kembali kualitas pekerjaan Ruas Jalan Raya Bikang–Jeriji (Lelap Bikang) di Bangka Selatan, setelah ditemukan kembali kerusakan berupa retakan memanjang dan deformasi pada permukaan jalan meski baru dilakukan perbaikan.

Proyek jalan yang diduga bernilai hampir Rp50 miliar itu dinilai belum menunjukkan hasil pekerjaan yang maksimal. Di sejumlah titik, jalan yang baru diperbaiki kembali mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan temuan di lapangan, perbaikan sebelumnya hanya dilakukan dengan metode pelapisan ulang aspal (overlay) pada bagian yang rusak. Namun, lapisan tersebut tampak mengikuti pola retakan lama tanpa adanya pembongkaran struktur perkerasan jalan secara menyeluruh.

Di beberapa titik, retakan memanjang pada bagian tengah jalan masih terlihat jelas. Selain itu, ditemukan indikasi permukaan tidak rata serta dugaan adanya rongga pada lapisan jalan yang mengarah pada potensi kerusakan struktural.

Rina Tarol menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa metode penanganan yang dilakukan lebih menyerupai tambal sulam, bukan perbaikan menyeluruh terhadap struktur jalan.

“Dari sisi teknis pekerjaan jalan, metode yang terlihat di lapangan lebih menyerupai penanganan tambal sulam atau overlay lokal. Tidak terlihat adanya pembongkaran hingga lapisan pondasi,” ujar Rina Tarol, Senin (22/6/2026).

Baca juga  PT TIMAH Tbk Jaga Warisan Leluhur, Dukung Ritual Rebo Pusaka Setana Jering di Bangka Barat

Ia menjelaskan, secara teknis kerusakan jalan semestinya ditangani secara komprehensif, mulai dari pembongkaran lapisan rusak, evaluasi tanah dasar, perbaikan pondasi, hingga pengujian kepadatan material sebelum pelapisan ulang aspal dilakukan.

Menurutnya, munculnya kembali retakan diduga dipengaruhi sejumlah faktor teknis seperti sambungan pekerjaan yang tidak sempurna, penurunan tanah tidak merata, hingga lemahnya lapisan pondasi bawah. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih perlu investigasi lebih lanjut melalui uji laboratorium dan pemeriksaan struktur jalan.

Ia juga menilai kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan lemahnya pengawasan proyek, termasuk peran konsultan pengawas, PPK, dan PPTK di lapangan.

“Ini menunjukkan bahwa proyek dengan dana besar tidak dikerjakan dengan baik. Ada konsultan pengawas, PPK, dan PPTK yang perlu dipertanyakan,” tegas Rina Tarol.

Rina turut meminta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan penelusuran terhadap proyek tersebut.

“Sudah selayaknya menjadi atensi khusus APH. Jangan sampai ada pembiaran terhadap kondisi seperti ini,” pungkas Rina Tarol.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas sorotan DPRD Babel tersebut. (GM)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!