Gubernur Hidayat Arsani Optimalkan Potensi ASN Lewat Manajemen Talenta

JAKARTA, GARUDAMERFEKA.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, terus mendorong penguatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta sebagai strategi utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan ekspose Manajemen Talenta Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel di Ruang Data Gedung I Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Hidayat menegaskan bahwa manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap ASN dapat ditempatkan sesuai dengan kompetensi, potensi, dan capaian kinerja. Dengan penempatan yang tepat, diharapkan organisasi pemerintahan mampu berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui manajemen talenta, kita ingin memastikan ASN berada di posisi yang sesuai dengan kemampuan dan prestasinya, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan pelayanan publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penerapan sistem ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Ini adalah langkah nyata dalam membangun sistem ASN yang modern dan berbasis kompetensi, sehingga seluruh proses berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Hidayat berharap hasil dari ekspose tersebut dapat segera diimplementasikan secara optimal di seluruh perangkat daerah, sebagai upaya mendukung visi pembangunan daerah “Babel Berdaya 2029”.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara, Suharmen, Deputi BKN Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Herman, serta Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Fery Afriyanto.
Dalam kesempatan yang sama, Fery Afriyanto menjelaskan bahwa implementasi manajemen talenta membutuhkan komitmen kuat dari pimpinan instansi. Ia menyebutkan bahwa langkah strategis yang dilakukan meliputi penyusunan petunjuk teknis dengan indikator yang jelas dan terukur, guna memastikan proses pemetaan serta pengembangan sumber daya manusia aparatur berjalan lebih terarah dan sesuai standar nasional. (GM)





