Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

PWI dan Ansor Basel Bersinergi Perkuat Literasi Digital, Cegah Bullying, Hoaks, dan Judol

BANGKA SELATAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Basel menjalin sinergi untuk memperkuat budaya literasi digital di kalangan generasi muda.

Upaya ini diwujudkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang digelar GP Ansor Basel pada 12–14 September 2025, dengan PWI Basel sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Bangka Selatan. Salah satu materi inti yang disampaikan dalam pelatihan adalah “Bijak Berliterasi Digital”, yang dibawakan langsung oleh Ketua PWI Basel, Dedy Irawan, serta Kabid Pendidikan PWI Basel, Ilham Bom Bom.

Dalam penyampaiannya, Dedy Irawan menekankan pentingnya pemahaman literasi digital untuk melawan ancaman kejahatan di dunia maya, seperti penyebaran hoaks dan maraknya judi online. Ia mengungkapkan, kurangnya literasi digital dapat berujung pada kasus serius, seperti perdagangan orang lintas negara.

“Banyak warga Babel yang menjadi korban perdagangan orang di Myanmar karena terjebak informasi hoaks di media sosial. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita memerangi berita bohong dengan cara bijak mengelola informasi,” tegas Dedy.

Selain hoaks, ia juga menyoroti judi online yang dinilainya sebagai salah satu ancaman terbesar saat ini. Menurutnya, judi online bukan hanya merusak moral dan masa depan generasi muda, tetapi juga menghancurkan ekonomi keluarga bahkan memicu tindak kejahatan.

“Judi online itu efeknya sangat luas. Kita harus tegas menjauhkan diri dan lingkungan dari praktik yang merusak ini,” ujarnya.

Dedy juga mengangkat kasus bullying yang baru-baru ini menghebohkan Bangka Selatan dan menjadi perhatian hingga tingkat nasional. Ia mengingatkan bahwa perundungan memiliki dampak serius pada kesehatan mental korban dan membentuk karakter negatif pada pelaku.

Baca juga  Pulang ke Almamater, Gubernur Hidayat Arsani Buka Bursa Kerja di SMKN 1 Pangkalpinang

“Bullying bukan masalah sepele. Kita harus membangun empati, toleransi, dan saling menghargai agar tidak ada lagi korban perundungan di lingkungan kita,” tambahnya.

Sementara itu, Ilham Bom Bom memperkenalkan program literasi yang dijalankan PWI Basel, seperti kelas literasi dan PWI Goes to School. Program ini memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya pelajar, untuk berkarya melalui tulisan baik berupa berita maupun karya sastra.

“PWI Basel mendukung penuh program literasi Pemkab Basel. Melalui kegiatan ini, kami ingin budaya baca tulis semakin berkembang dan generasi muda memiliki keterampilan menulis yang bermanfaat,” jelas Ilham.

Kegiatan PKD ini berlangsung penuh antusiasme. Salah satu peserta bahkan melontarkan pertanyaan kritis terkait langkah pemerintah dalam menangani judi online. Ia mempertanyakan mengapa situs judi online dengan perputaran uang mencapai ribuan triliun rupiah sulit ditutup, sementara siaran live TikTok saat demonstrasi justru bisa dengan cepat dihentikan.

Ketua GP Ansor Basel, Findra, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran PWI dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, sinergi dengan PWI menjadi langkah penting dalam membentuk kader yang memiliki wawasan digital dan tanggap terhadap isu-isu sosial.

“Kami ingin kader Ansor menjadi teladan dalam menggunakan media sosial, sekaligus menjadi agen perubahan yang mendorong budaya literasi di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka juga mampu mencegah penyebaran hoaks, perundungan, dan maraknya judi online,” tutup Findra. (Yg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!