
Seturut demikian, penting untuk mempercepat laju pertumbuhan talenta digital di Indonesia menggunakan mekanisme lain, termasuk lewat beragam kolaborasi dengan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri, bahkan komunitas masyarakat.
Oleh karena itu, Program Digital Talent Scholarship (DTS) kembali disiapkan pada 2025 ini agar bisa mencetak 100 ribu talenta digital dari tujuh jenis akademi yang ada meliputi Thematic Academy (TA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Fresh Graduate Academy (FGA), Talent Scout Academy (TSA).
Lalu ada juga Vocational School Graduate Academy (VSGA), Goverment Transformation Academy (GTA), dan yang terakhir adalah Professional Academy (PROA). Materi yang diajarkan mulai dari topik Artificial Intelligence, cyber security, komputasi awan, hingga coding.
Sejak DTS digulirkan dari 2018 sampai 2024, Komdigi telah mencetak satu juta talenta digital baru. Sedangkan para periode yang sama untuk peserta Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) telah menjangkau lebih dari 24 juta.
Seiring dengan DTS 2025, Komdigi menggandeng sejumlah mitra khususnya perusahaan-perusahaan teknologi seperti Microsoft, CISCO, Google, Indosat, Alibaba, hingga Amazon Web Service agar pelatihan yang diberikan bisa sejalan dengan kebutuhan industri.
Tak hanya memberikan pelatihan, dengan mitra-mitra tersebut Kemkomdigi juga menginisiasi kegiatan penyerapan talenta digital mulai dari bootcamp, kesempatan magang, hingga job fair.
“Bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi hal yang sangat penting, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, berbagai perusahaan teknologi digital serta perguruan tinggi,” imbuh Wamen Angga.
Satu hal, untuk mengukur kondisi Kemkomdigi mengadopsi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, Komdigi menggelar survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) di tahun ini.
“Kita akan fokus ke kabupaten/kota. Yang mana temuan IMDI-nya masih kurang, kurang bagus, maka kita akan konsentrasi mengembangkan SDM digital di situ. Kami akan melakukan survei dalam empat pilar yaitu terkait kesiapan infrastruktur (digital), keterampilan digital, industri digital, dan literasi digital,” ujar Plt Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komdigi Hary Budiarto.
Program pengembangan talenta digital tersebut juga merupakan upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sampai 8 persen. Transformasi digital dalam beberapa sektor terbukti mampu menguatkan daya saing, efisiensi bisnis, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: Indonesia.go.id





