Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Dinas Perpustakaan Basel, GPMB, dan PWI Resmi Teken MoU Perkuat Budaya Literasi

BANGKA SELATAN – Komitmen meningkatkan budaya membaca dan menulis di Bangka Selatan kini melangkah ke tahap yang lebih serius.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Selatan, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Basel resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (13/8/2025).

Penandatanganan yang digelar di Bangka Selatan ini menjadi penanda awal kolaborasi formal antara tiga pihak untuk menggerakkan program literasi yang terstruktur, terukur, dan berkesinambungan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Basel, Sumadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah salah satu inovasi dinas untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

“Ini adalah bentuk program inovasi dinas perpustakaan bersama GPMB dan PWI Basel. Nantinya akan diformulasikan melalui program kerja yang benar-benar mendorong budaya membaca dan menulis di Bangka Selatan,” jelas Sumadi.

Ketua GPMB Basel, Rusmin Sopian, menilai MoU ini sebagai langkah penting yang memperkuat misi organisasi yang ia pimpin.

“Sejak terbentuk tiga tahun lalu, GPMB konsisten mendorong masyarakat Basel untuk gemar membaca. Hampir setiap bulan kami menggelar peluncuran buku di kalangan siswa dan guru. Dengan adanya MoU ini, target menjadikan Basel sebagai kabupaten literasi di Bangka Belitung akan lebih mudah tercapai,” tegas Rusmin.

Baca juga  Gubernur Hidayat Arsani Tanam Padi Serentak di Desa Serdang, Dorong Kemandirian Pangan Nasional

Ketua PWI Basel, Dedy Irawan, juga menyambut positif kerja sama ini. Ia menekankan bahwa MoU membuka peluang sinergi yang lebih luas, khususnya untuk membina penulis-penulis muda.

“PWI Basel punya dua program unggulan, yaitu Kelas Literasi Jurnalistik dan PWI Basel Goes to School. Tahun lalu, Komunitas Literasi Pelajar Basel binaan kami berhasil menerbitkan buku Goresan Tinta Pelajar. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar seminar kepenulisan dengan target semua peserta menerbitkan buku antologi,” ungkap Dedy.

Dengan MoU ini, Dinas Perpustakaan, GPMB, dan PWI Basel berkomitmen untuk tidak sekadar berhenti di acara simbolis, tetapi benar-benar menjalankan program yang menyentuh langsung masyarakat. Harapannya, budaya literasi bisa tumbuh kuat di Bangka Selatan—dari ruang kelas, perpustakaan, hingga lingkungan rumah. (Eboy)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!