BerandaBeritaKarimunKepulauan RiauPT Timah

PT TIMAH Gandeng BKKBN Kepri, Perkuat Pengasuhan dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

KARIMUN GARUDAMERDEKA.ID — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini. Kali ini, perusahaan berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menghadirkan layanan rujukan bagi orang tua dan anak di TPA Darul Mukmin, Kabupaten Karimun.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Kementerian melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Batch II. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola pengasuhan yang tepat sekaligus mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan tumbuh kembang anak.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak delapan pasangan orang tua bersama delapan anak mendapatkan layanan konseling dan pendampingan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga profesional, di antaranya dokter spesialis anak, psikolog anak, serta tenaga pendukung lainnya.

Penata Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB) Ahli Muda BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, mengatakan layanan rujukan menjadi salah satu dari empat bentuk pendampingan yang disediakan melalui program TAMASYA.

Baca juga  PT Timah Setor Pajak & PNBP Rp848 Miliar di 2024, Dukung Pembangunan Nasional

Menurutnya, layanan tersebut difokuskan pada identifikasi dini terhadap kemungkinan gangguan tumbuh kembang anak, seperti keterlambatan bicara atau speech delay dan autisme, sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui penanganan yang sesuai.

“Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli, termasuk psikolog, agar hasil identifikasi dapat ditindaklanjuti melalui penanganan yang tepat sasaran. Dengan demikian, orang tua juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan perkembangan anak,” ujarnya.

Sri Parwanti menjelaskan, pelaksanaan TAMASYA Batch II merupakan kelanjutan dari kegiatan pendampingan sebelumnya yang mendapat respons positif dari masyarakat. Pada Batch I, layanan telah diberikan kepada lima anak, sedangkan pada Batch II jumlah penerima manfaat meningkat menjadi delapan anak beserta orang tua mereka.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!