Wali Kota Pangkalpinang Paparkan Masalah Strategis Kota, Ini Rencana Pemkot

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, memaparkan sejumlah persoalan strategis yang masih dihadapi daerah dalam acara malam ramah tamah serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang yang baru, Rindang Onasis, Senin malam (27/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Saparudin menyoroti tingginya angka pengangguran yang masih berada di atas rata-rata nasional. Saat ini, tingkat pengangguran di Pangkalpinang mencapai 5,72 persen, sementara angka nasional berada di kisaran 4,8 persen.
“Pengangguran ini tentu berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi kami,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pangkalpinang tercatat berada di atas rata-rata nasional, yang menandakan sektor pendidikan dan kesehatan berjalan cukup baik.
“Untuk pendidikan dan kesehatan, Alhamdulillah kita di atas rata-rata nasional,” katanya.
Selain itu, kinerja pemerintah daerah juga masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan rilis terbaru, Pangkalpinang menempati peringkat 23 dari seluruh kota di Indonesia dan masuk dalam klaster kinerja tinggi.
“Ini capaian yang patut kita syukuri,” tambahnya.
Dalam penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh KPK, Pangkalpinang juga menjadi yang terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun, ia mengakui pengelolaan aset daerah masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi.
“Penanganan aset ini memang menjadi perhatian, khususnya di wilayah perkotaan,” ungkapnya.
Saparudin juga menyoroti persoalan inflasi yang dipicu oleh ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah, seperti Jawa, Palembang, dan Bengkulu. Ia menyebut kontribusi produksi lokal masih di bawah 15 persen.
“Permasalahan utama ada pada distribusi, khususnya di Pelabuhan Pangkal Balam. Proses bongkar muat bisa memakan waktu 8 hingga 10 hari, sehingga berdampak pada kenaikan harga barang,” jelasnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana mengembangkan Pelabuhan Pangkal Balam guna mempercepat arus distribusi logistik dan menekan laju inflasi.
“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk pengembangan pelabuhan ke depan,” katanya.
Ia berharap melalui momentum tersebut, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kajari, Kapolres, dan Dandim, dapat bersinergi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi kota.
“Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama mencari solusi terbaik demi kemajuan Pangkalpinang,” tutupnya. (GM)





