Progres TMMD Pulau Lepar 90 Persen, Jalan dan Infrastruktur Segera Tuntas

PULAU LEPAR, GARUDAMERDEKA.ID – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD Kodim 0432/Bangka Selatan di Pulau Lepar terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 90 persen, Kamis (5/3/2026).
Program TMMD di wilayah kepulauan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya menuju area persawahan dan perkebunan warga.
Salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah pembangunan jalan penghubung antar desa sepanjang 5,5 kilometer dengan lebar 7 meter yang dilengkapi dengan siring. Pembangunan jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta memudahkan distribusi hasil panen sawah dan kebun warga.
Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD juga telah menyelesaikan pemasangan gorong-gorong di 10 titik guna mendukung sistem drainase dan menjaga ketahanan jalan, terutama saat musim hujan.
Tidak hanya itu, program TMMD ke-127 ini juga menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RLTH), pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta perbaikan fasilitas umum seperti mushola.
Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf Agus Wicaksono, mengatakan bahwa pemilihan Pulau Lepar sebagai lokasi kegiatan TMMD didasarkan pada kebutuhan mendesak masyarakat terhadap aksesibilitas wilayah, khususnya jalur menuju sawah dan kebun.
“Keterisolasian wilayah menjadi kendala utama mobilitas warga. TMMD hadir untuk membuka konektivitas wilayah, mempercepat pembangunan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Program TMMD yang dilaksanakan selama satu bulan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Pulau Lepar, terutama dalam memperlancar aktivitas pertanian, mempercepat distribusi hasil panen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Eboy)





