Absensi Digital Karya Siswa MIS Tahfizh Khoiru Ummah Pangkalpinang Siap Jadi Pilot Project Kemenag Kota

“Semangat bertanding ananda sholeh. Bawa nama baik madrasah, tunjukkan akhlak mulia penghafal Qur’an yang berprestasi dalam teknologi,” sambungnya.
Terus Berkarya
Menurut Rokayah, sistem absensi elektronik (Digital) merupakan salah satu dari hasil cipta dan karya siswa MI Tahfizh Khoiru Ummah.
“Kami menyambut baik rencana Kemenag Pangkalpinang untuk mengadopsinya untuk bisa diterapkan di sekolah dan madrasah lainnya. Tentu ini sebagai salah satu wujud dukungan nyata bagi kami. Kami berharap dukungan nyata semua pihak agar kami bisa terus mendorong siswa melahirkan karya yang bermanfaat,” ujar Rokayah.
Untuk diketahui, sejumlah prestasi diukir siswa MIS Tahfizh Khoiru Ummah Pangkalpinang hingga di level nasional. Dua kali mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil dua kali berturut-turut menembus grand final kompetisi teknologi robotik tingkat nasional.
Rokayah menuturkan dalam ajang Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KoSSMI) Tahun 2023 dan 2024 di Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Tim Robotik MI Tahfizh Khoiru Ummah Pangkalpinang mampu bersaing dengan tim unggulan seperti DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumbar, Sumut dan tim dari provinsi lainnya.
“Padahal, untuk bisa lolos saja kita sudah bersyukur. Mengingat secara teknis kita punya banyak keterbatasan dibandingkan dengan daerah lainnya. Mereka punya segalanya, punya dumungan laboratorium robotik yang lengkap dengan segala fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Sementara Tim Babel, tuturnya, ketika lolos yang pertama bermodalkan barang-barang bekas yang berhasil dikumpulkan siswa. Kemudian dinodifikasi dan dirakit menjadi karya robotik yang berhasil masuk grand final.
“Meski punya banyak keterbatasan, kami tetap optimis siswa punya mental juang yang baik, krativitas dan terus berinovasi melahirkan karya yang berguna. Robotik merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan siswa dan menumbuh kembangkan minat pada sains dan teknologi,” ujar Rokayah. (*)





