Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Pasar Pagi Padat, Wali Kota Saparudin Cari Solusi agar Pedagang Tak Lagi Tumpah ke Jalan

Menurut Saparudin, pemerintah tidak ingin penertiban hanya berujung pada pemindahan masalah. Karena itu, keberadaan pasar baru menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

Pemkot Pangkalpinang kini merencanakan pembangunan sejumlah pasar baru di kawasan yang belum memiliki pusat perdagangan yang memadai.

Gerunggang menjadi salah satu kawasan prioritas. Selain itu, Air Itam juga masuk dalam pemetaan lokasi potensial.

“Karena pasar ini overload, memang kami sudah merencanakan akan membangun pasar di daerah Gerunggang. Jadi Pasar Pagi ini kita akan anggap sebagai pasarnya Taman Sari,” ungkapnya.

Ia menilai perkembangan Kota Pangkalpinang membuat kebutuhan terhadap pasar baru semakin mendesak. Pemerintah saat ini masih melakukan survei untuk menentukan titik yang strategis dan mudah diakses masyarakat.

“Memang Pangkalpinang dengan perkembangan kota ini membutuhkan beberapa pasar baru,” katanya.

Pembangunan pasar baru tersebut ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada 2027 apabila anggarannya memungkinkan masuk dalam ABT. Jika belum, pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai 2028.

Saparudin mengatakan Pemkot Pangkalpinang sebelumnya telah menganggarkan pembebasan lahan untuk salah satu rencana pembangunan pasar.

Baca juga  Wali Kota Beberkan Capaian APBD 2025 di Rapat Paripurna DPRD

“Kalau sudah dibebaskan tinggal bangun. Nanti bertahap kita bangunnya,” ujarnya.

Untuk memastikan pasar baru tidak kembali mengalami persoalan serupa, pemerintah menargetkan kebutuhan lahan minimal setengah hektare. Jika memungkinkan, lahan satu hektare menjadi ukuran ideal karena harus mengakomodasi area parkir.

“Kita minimal minta setengah hektare, termasuk dengan lahan parkir. Kalau bisa satu hektare,” tuturnya.

Selain membangun pasar baru, Pemkot Pangkalpinang juga tetap melakukan pembenahan terhadap pasar yang sudah ada.

Melalui anggaran ABT, perbaikan plafon akan dilakukan di Pasar Pangkal Balam dan Pasar Pasir Putih atau Parit Lalang.

Sementara Pasar Pagi dan Pasar Besar atau Ratu Tunggal akan mendapatkan perbaikan jalan di dalam kawasan pasar melalui pengaspalan pada bagian yang mengalami kerusakan.

Dengan kombinasi penataan pedagang, optimalisasi ruang pasar, pembangunan pasar baru dan pembenahan infrastruktur, Pemkot Pangkalpinang berharap aktivitas perdagangan dapat lebih tertib tanpa mengorbankan ruang publik maupun akses masyarakat.

“Kalau Pasar Pagi kita ada pengaspalan di dalam, yang rusak-rusak kita aspal full. Pasar Pagi sama Pasar Besar,” pungkas Saparudin. (GM)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!