Puncak Kemarau hingga Oktober, Wali Kota Saparudin Perkuat Antisipasi Karhutla

Menurut Saparudin, keberadaan posko terpadu tersebut diharapkan dapat membuat penanganan kejadian lebih cepat karena seluruh unsur yang terlibat dapat berkoordinasi secara langsung.
“Enam posko Damkar ini kita manfaatkan menjadi posko gabungan. Tujuannya agar koordinasi lebih mudah dan respons terhadap kejadian kebakaran bisa lebih cepat,” ujar Saparudin.
Tak hanya mengandalkan kesiapsiagaan personel, Pemkot Pangkalpinang juga menekankan pentingnya pencegahan. Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama selama kondisi kemarau dan cuaca panas berlangsung.
Saparudin menegaskan, tindakan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan dampak luas, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan api mudah menyebar.
Ia juga memastikan unsur penegak hukum akan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Kapolres siap memanggil dan memeriksa siapa saja yang terbukti sengaja memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Kota Pangkalpinang,” tegas Saparudin.
Pemkot Pangkalpinang berharap sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat dapat menekan potensi karhutla selama puncak musim kemarau. Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran, mengurangi risiko asap, serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Pangkalpinang. (GM)





