Dinkes Basel Deteksi HIV-IMS, 37 Orang Discreening

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Bangka Selatan memperketat deteksi dini HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di kawasan berisiko di wilayah Toboali.
Sebanyak 37 orang mengikuti pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau Konseling dan Tes Sukarela (KTS) menggunakan metode rapid test.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan skrining dilakukan rutin minimal setahun sekali di lokasi dengan populasi yang dinilai rentan terhadap penularan.
“Sampai saat ini kita sudah mendata sekitar 37 orang yang sudah melakukan tes pemeriksaan. Pemeriksaan ini kita lakukan secara rutin minimal setahun sekali di tempat-tempat yang populasinya berisiko rentan penularan,” kata Slamet, Senin (31/8/2026).
Ia menegaskan, hasil rapid test yang reaktif tidak langsung dinyatakan sebagai kasus HIV. Pemeriksaan akan dilanjutkan melalui tahap konfirmasi kedua dan ketiga sesuai standar medis.
“Jika memang ada hasil yang reaktif, tidak langsung disimpulkan, melainkan akan kita konfirmasi kembali dengan melakukan pemeriksaan tahap kedua dan ketiga sesuai standar medis,” ujarnya.
Slamet berharap seluruh hasil pemeriksaan non-reaktif. Menurutnya, skrining menjadi langkah penting untuk menemukan indikasi lebih awal sekaligus mencegah penyebaran HIV dan IMS.
“Mudah-mudahan tidak ada yang terdeteksi. Yang terpenting, melalui kegiatan ini kita bisa terus mengendalikan dan mencegah penularan HIV maupun IMS di lingkungan populasi berisiko,” katanya.
Kegiatan dipimpin Kabid P2P Dinkes PPKB Bangka Selatan, bersama Kepala Puskesmas Toboali dr. Anisa dan jajaran tenaga medis. Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan koordinasi dan pengawalan dari Polsek Toboali. (GM)





