Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Bupati Riza: Basel Dapat Kucuran Pusat Rp50 Miliar untuk KNMP di 8 Titik, Tertinggi di Babel

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Kabupaten Bangka Selatan mendapat kucuran alokasi anggaran lebih dari Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk program pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026. Anggaran tersebut akan mendukung pembangunan KNMP di delapan titik kawasan pesisir di Basel.

Dengan alokasi anggaran dan jumlah titik KNMP tersebut, Bangka Selatan saat ini menjadi daerah dengan program KNMP tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid berharap program ini mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid mengatakan, kucuran anggaran dari pemerintah pusat tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir.

“Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait, tahun ini kita mendapatkan kucuran alokasi anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk program pengembangan KNMP. Berdasarkan alokasi tersebut dan jumlah titik KNMP, maka Basel saat ini menjadi daerah tertinggi di Babel dalam program ini,” kata Riza, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pembangunan KNMP diharapkan memberikan efek berantai, mulai dari peningkatan pendapatan nelayan hingga terbukanya peluang kerja dan tumbuhnya usaha masyarakat. Penggunaan bahan baku serta material lokal juga diharapkan ikut meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.

“Kita berharap kucuran anggaran yang digelontorkan oleh pusat ini akan mendongkrak pendapatan sekaligus tingkat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Baca juga  Pemkab Basel Gandeng Atma Luhur Dorong ASN dan UMKM Kuasai Ekonomi Digital

“Di samping itu, kita juga berharap kucuran program pusat ini juga menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja dan penggunaan bahan baku material,” sambung Riza.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bangka Selatan Dedy Yunihardi menjelaskan, delapan desa yang menjadi lokasi KNMP tahun ini yakni Tukak, Tanjung Ketapang, Serdang, Kepoh, Sadai, Tanjung Sangkar, Celagen, dan Pasir Putih.

Dedy mengatakan, pembangunan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang aktivitas usaha nelayan, mulai dari fasilitas sandar hingga sarana penyimpanan hasil tangkapan.

“Alokasi anggaran yang akan dikucurkan berupa infrastruktur dan sarpras seperti jetty, pabrik es, gudang beku, sumber air bersih dan beberapa jenis bantuan lainnya,” jelas Dedy.

Selain pembangunan fisik, nelayan sasaran juga akan mendapatkan fasilitas cakupan premi BPJS Ketenagakerjaan serta bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha.

“Untuk itu, kita di dinas juga akan melakukan pemantauan progres kegiatan di sejumlah titik tersebut untuk memastikan agar pelaksanaan berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.

Dedy menambahkan, dampak program tersebut diproyeksikan menjangkau 1.953 nelayan atau sekitar 47,8 persen berdasarkan data sasaran Dinas Perikanan.

Pemkab Bangka Selatan berharap KNMP dapat membentuk ekosistem ekonomi pesisir yang lebih kuat. Dengan dukungan infrastruktur, sarana usaha, pelatihan dan perlindungan bagi nelayan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di delapan lokasi KNMP. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!