Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Riza Minta Kepala Desa Tetap Utamakan Pelayanan Masyarakat

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID – Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun meskipun pemerintah desa menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Pesan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Bangka Selatan di Kantor Bupati Bangka Selatan, Senin (15/6/2026).
Pertemuan yang dihadiri seluruh kepala desa tersebut digelar untuk menyamakan persepsi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus mencari solusi atas persoalan yang berkembang di tingkat desa.
Riza mengatakan, kondisi keterbatasan anggaran yang saat ini dirasakan pemerintah daerah maupun pemerintah desa tidak boleh menjadi alasan berkurangnya kualitas pelayanan publik.
“Saya memanggil teman-teman kepala desa ini tujuannya adalah bagaimana kami bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik di tengah keterbatasan. Ada beberapa permasalahan di pemerintah daerah maupun di desa yang harus kita selesaikan bersama,” kata Riza.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, koordinasi dan komunikasi yang intensif perlu terus diperkuat.
Ia berharap hasil pertemuan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan, administrasi pemerintahan, hingga penyusunan regulasi yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.
“Harapan kami pertemuan ini mampu memberikan perubahan secara pelayanan, administrasi maupun regulasi. Pemerintah desa dan pemerintah kabupaten harus berkolaborasi penuh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bangka Selatan,” ujarnya.
Selain pelayanan publik, Riza juga mengajak para kepala desa untuk tetap optimistis dalam membangun desa meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan fiskal. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah desa mengalami pengurangan anggaran yang cukup besar akibat kebijakan efisiensi.
Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mencari alternatif sumber pendapatan yang dapat menopang pembangunan desa, salah satunya melalui pengembangan kebun desa dan mendorong masuknya investasi.
“Walaupun ada desa yang terkena pemotongan anggaran sampai ratusan juta rupiah, pemerintah daerah sudah berusaha maksimal mencari penggantinya. Saya berharap keterbatasan ini tidak membatasi semangat kepala desa dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan investasi dan pembangunan desa juga turut dibahas. Riza memastikan dirinya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan koordinasi dan mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi desa.
“Beberapa persoalan sudah ada solusinya, sementara yang lainnya masih dalam proses penyelesaian. Yang terpenting komunikasi terus berjalan sehingga setiap masalah bisa segera ditangani,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bangka Selatan, Mukhlis Insan, menilai pertemuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi dan perkembangan desa.
Menurutnya, banyak pesan positif yang disampaikan Bupati, terutama terkait penguatan pelayanan masyarakat, investasi, dan pembangunan desa di tengah berbagai tantangan yang ada.
“Pak Bupati menekankan bahwa apa pun kondisi yang terjadi, termasuk adanya pemangkasan anggaran, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Itu yang menjadi pesan penting kepada seluruh kepala desa,” ujar Mukhlis.
Ia berharap seluruh kepala desa dapat menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan apa yang menjadi arahan pemerintah daerah, terutama dalam menjaga pelayanan kepada masyarakat agar tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (GM)
.





