BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Video Viral, Tomi Permana Diduga Intimidasi Panwascam Girimaya

PANGKALPINANG — Publik Pangkalpinang tengah digegerkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan sosok Tomi Permana melontarkan ucapan keras kepada jajaran Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Girimaya.

Video berdurasi 1 menit 38 detik itu viral di media sosial sejak Kamis (21/8/2025), dan langsung menuai kontroversi.

Dalam rekaman tersebut, Tomi yang mengenakan kaos putih terlihat menuding Panwascam Girimaya tidak bersikap jujur dalam menjalankan tugas. Dengan suara lantang, ia bahkan meminta agar para pengawas mundur jika tidak mampu menjaga integritas.

“Panwascam disini ape gunanya kalau tidak mau jujur. Mundur saja. Gantikan ke yang lain. Ku warga Girimaya boss. Jangan begitu. Kalau mau lihat KTP ku, ayo dilihat. Anda sudah mencederai warga Girimaya. Mundur saja kalau tidak berani bersikap,” tegas Tomi dalam video itu.

Ucapan tersebut langsung menyulut reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai pernyataan Tomi tidak lagi sebatas kritik warga, melainkan sudah bernuansa intimidasi terhadap lembaga resmi yang memiliki mandat undang-undang. Sebab, Panwascam adalah organ Bawaslu yang wajib bekerja independen dan terbebas dari tekanan pihak mana pun.

Situasi makin memanas setelah muncul kabar bahwa beberapa anggota Panwascam Girimaya memilih mundur pasca insiden itu. Walau belum ada penjelasan resmi apakah pengunduran diri tersebut dipicu langsung oleh sikap Tomi, publik menaruh curiga ada kaitannya.

“Ucapan dengan nada intimidatif jelas bisa memengaruhi moral dan keberanian pengawas di lapangan. Jika independensi Panwascam terganggu, maka kepercayaan publik terhadap demokrasi kita ikut terciderai,” kata seorang pemerhati politik lokal saat dimintai tanggapan.

Baca juga  Gubernur Hidayat Arsani Pastikan 10.000 Pen Insulin Segera Disalurkan ke Penderita Diabetes di Babel

Tak berhenti di situ, publik juga mulai mempertanyakan kapasitas Tomi Permana. Apakah ia benar hanya bertindak sebagai warga biasa, atau sebenarnya memiliki kepentingan politik tertentu? Keraguan ini muncul lantaran Tomi dikenal sebagai pentolan gerakan kotak kosong pada Pilkada sebelumnya, namun kini disebut-sebut telah berbalik arah mendukung pasangan calon nomor urut 2 dalam Pilkada ulang Pangkalpinang 2025.

Dugaan adanya afiliasi politik ini membuat masyarakat semakin kritis. Mereka menilai klarifikasi sangat penting agar pesta demokrasi di Kota Pangkalpinang tetap berlangsung jujur, damai, dan bermartabat.

“Pilkada ulang adalah momentum untuk membuktikan kedewasaan demokrasi. Jangan sampai ada pihak yang menekan penyelenggara, karena itu bisa merusak kepercayaan masyarakat,” tambah pemerhati politik tersebut.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Bawaslu Pangkalpinang terkait video viral ini. Publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut, termasuk sikap lembaga pengawas pemilu terhadap dugaan intimidasi yang dilakukan Tomi Permana.

Sementara itu, warganet terus membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Ada yang menilai Tomi hanya menyuarakan keresahan warga, namun tak sedikit pula yang mengecam gaya bicaranya yang dinilai kasar dan berpotensi melemahkan independensi Panwascam.

Pilkada ulang Pangkalpinang kini memasuki fase krusial. Peristiwa viral ini menjadi pengingat bahwa netralitas penyelenggara pemilu dan etika para aktor politik harus dijaga, agar demokrasi tetap sehat dan kepercayaan publik tidak hilang. (Yg)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!