BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPT Timah

PT TIMAH Perkuat Pelestarian Adat Mapur, Dari Ritual Budaya hingga Pemberdayaan Ekonomi Warga

BANGKA, GARUDAMERDEKA.ID — Komitmen PT TIMAH dalam menjaga warisan budaya masyarakat adat terus diwujudkan melalui berbagai program pelestarian dan pemberdayaan masyarakat Adat Mapur di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.

Tidak hanya mendukung pelaksanaan Ritual Adat Nujuh Jerami, PT TIMAH juga ikut memperkuat literasi budaya, membangun Kampung Adat Gebong Memarong, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan wisata budaya.

Ritual Adat Nujuh Jerami yang digelar masyarakat Adat Mapur pada 29 April 2026 lalu menjadi salah satu bentuk tradisi yang terus dijaga keberlangsungannya. Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih, menegaskan masyarakat adat tetap berkomitmen menjaga alam dan hutan yang menjadi bagian penting kehidupan mereka.

“Kami semua yang ada di sini akan tetap menjaga alam, menjaga hutan yang semakin hari semakin tergerus,” ujar Asih dalam ritual adat tersebut.

Masyarakat Adat Mapur merupakan komunitas yang telah hidup turun-temurun di kawasan Bangka sejak ratusan tahun lalu. Dalam catatan ekspedisi kolonial Belanda tahun 1803 oleh Boogart, keberadaan komunitas ini telah disebut mendiami wilayah tersebut.

Salah seorang penghayat Adat Mapur, Jojo, mengatakan ritual adat telah dilakukan sejak zaman leluhur dan kini semakin dikenal masyarakat luas setelah mendapat dukungan dari PT TIMAH.

“Kami sudah melakukan Ritual Adat Nujuh Jerami ini sejak zaman kakek-nenek. Bedanya mulai tahun 2017 sejak ada bantuan PT TIMAH, banyak yang melihat, banyak yang tanya-tanya. Jadi sekarang lebih meriah,” katanya.

Baca juga  PT TIMAH Tbk Dorong Pelestarian Seni dan Kreativitas Anak Lewat Seruni Art Festival 2026

Menurut Jojo, selain sekitar 100 warga yang menetap di Dusun Air Abik, masih ada sekitar 150 anggota masyarakat Mapur lainnya yang hidup berpindah-pindah di kawasan Hutan Pejem.

Sebagai bentuk pelestarian budaya, PT TIMAH turut mendukung penyusunan buku Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah yang mengangkat sejarah dan kehidupan masyarakat Adat Mapur. Buku tersebut kemudian diperkenalkan ke berbagai sekolah sebagai bahan literasi budaya bagi generasi muda.

Selain itu, PT TIMAH juga mendukung pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong sebagai ruang pelestarian budaya masyarakat Mapur. Kawasan ini menampilkan rumah tradisional memarong yang dibangun menggunakan material alami seperti kayu, rotan, kulit kayu, serta atap daun nipah tanpa menggunakan paku.

Bagi masyarakat Mapur, memarong bukan sekadar rumah, melainkan simbol identitas dan ruang pewarisan adat dari generasi ke generasi.

Melihat potensi budaya yang terus berkembang, PT TIMAH juga melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Warga mendapatkan pelatihan membatik, bantuan alat tenun, pelatihan menjadi pemandu wisata, hingga promosi kawasan adat kepada para tamu perusahaan.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong berkembang menjadi kawasan wisata edukasi budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi ruang belajar sejarah dan budaya lokal bagi para pelajar.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH tidak hanya mendukung pelestarian simbol budaya, tetapi juga menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat adat agar tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!