Bangka BelitungBangka SelatanBerita

Petani Resah, Perkebunan Sawit di Sekitar Embung Konservasi Kolong Pumpung Ancam Irigasi Sawah

Berdasarkan penelusuran di lapangan, diketahui bahwa puluhan hektare perkebunan sawit yang saat ini tengah dikembangkan di sekitar kawasan konservasi diduga dimiliki oleh TA Ketua Gapoktan, warga Desa Tran Rias dan AP warga Toboali 200 hektar perkebunan sawit di Ilir Bendungan Mentukul.

Aktivitas perkebunan sawit dan pembukaan lahan yang intensif dikhawatirkan dapat merusak ekosistem embung serta mengurangi daya serap dan cadangan air di kawasan tersebut. Hal ini dapat berujung pada menurunnya ketersediaan air irigasi, terutama saat musim kemarau.

Para petani mendesak pemerintah daerah dan instansi lingkungan hidup untuk segera meninjau langsung ke lapangan dan menilai dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas perkebunan tersebut.

Baca juga  PT TIMAH Tbk Wujudkan Indonesia Sehat Lewat Mobil Sehat dan Program Anti Stunting

Mereka berharap ada kebijakan yang adil dan berimbang antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Kami bukan menolak usaha sawit, tapi mohon jangan korbankan sumber air yang jadi harapan kami. Kalau embung kering, sawah kami bisa gagal panen,” pungkas Ris dengan nada prihatin.

Hingga kini, para petani masih menunggu tanggapan dan tindakan dari pihak berwenang. Mereka berharap suara mereka didengar demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan pertanian di Desa Tran Rias yang merupakan lumbung padi di Bangka Selatan.

Tim masih coba meminta konfirmasi tapi belum ada tanggapan resmi dari diduga pemilik lahan maupun pihak pemerintah setempat terkait keluhan para petani.

(Tim)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!