Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

MUI Gandeng BNN Basel Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 1 Toboali

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Selatan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan bertajuk MUI Goes to School tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (28/10/2026).

Program ini menjadi upaya bersama untuk memperkuat pemahaman pelajar mengenai bahaya narkoba, menanamkan nilai toleransi, serta membangun karakter generasi muda yang berakhlak dan berintegritas.

Kegiatan diikuti siswa putra dan putri SMAN 1 Toboali dengan menghadirkan Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E., M.M., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan sebagai narasumber.

Dari BNNK Bangka Selatan, kegiatan turut melibatkan Dedi Wahyudi, S.P., selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta Wily Wirolayang dari bidang humas.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua MUI Kabupaten Bangka Selatan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai toleransi, moral, dan akhlak yang baik sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Ketua MUI juga menyampaikan keprihatinan terhadap persoalan narkoba yang berpotensi merusak masa depan generasi muda dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat Bangka Selatan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan serta penyampaian pesan-pesan positif untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi ancaman narkoba.

Dalam pemaparannya, Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, mengungkapkan bahwa persoalan narkoba di wilayah Bangka Selatan telah merambah kalangan anak-anak.

Baca juga  BNN Bangka Selatan Perkuat Benteng Pelajar SMAN 3 Toboali Lewat ANANDA Bersinar

Kondisi tersebut menjadi peringatan penting bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan lingkungan pendidikan, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat.

Hendra menegaskan bahwa pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat sesuai tugas dan kapasitas masing-masing untuk melindungi generasi muda.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tiga strategi utama dalam menghadapi persoalan narkoba, yakni pencegahan, penanganan penyalahguna melalui rehabilitasi, serta penindakan terhadap pengedar dan bandar narkoba.

Strategi pertama adalah pencegahan bagi masyarakat yang belum terpapar narkoba. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga, pembinaan karakter, serta peningkatan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Strategi kedua adalah penanganan terhadap penyalahguna narkoba. Mereka perlu mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk akses rehabilitasi berdasarkan hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.

Rehabilitasi bertujuan membantu penyalahguna menjalani pemulihan agar dapat kembali sehat dan menjalankan fungsi sosial di tengah keluarga maupun masyarakat. Dukungan keluarga serta lingkungan diperlukan untuk membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi stigma terhadap orang yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, strategi ketiga adalah penindakan terhadap pengedar dan bandar narkoba melalui penegakan hukum oleh aparat berwenang. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak terkait apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!