Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

MUI Gandeng BNN Basel Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 1 Toboali

Hendra turut mengingatkan bahwa ancaman narkoba dapat merusak kualitas sumber daya manusia dan menghambat terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi, yakni kondisi ketika penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

Namun, peluang tersebut dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Dalam paparannya, Hendra juga mengangkat pelajaran sejarah Perang Candu di Tiongkok pada abad ke-18 hingga ke-19. Perdagangan opium pada masa tersebut menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan politik yang luas bagi masyarakat Tiongkok.

Sejarah itu menjadi pengingat bahwa persoalan narkotika tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi melemahkan kehidupan sosial dan ketahanan suatu bangsa.

Karena itu, Hendra mengajak seluruh siswa SMAN 1 Toboali untuk tidak mengenal, menjauhi, dan tidak sekali-kali mencoba narkoba.

Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, merusak masa depan, serta menghambat pencapaian cita-cita. Para siswa diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan dan berani mengatakan, “Tidak pada Narkoba.”

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga  BNN Bangka Selatan Gencarkan Sosialisasi IBM di Kampung Sukadamai, Warga Antusias Ikuti Rehabilitasi

Selain edukasi bahaya narkoba, kegiatan MUI Goes to School juga menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan, toleransi, moral, dan akhlak dalam membentuk karakter pelajar.

Kepala BNNK Bangka Selatan menegaskan bahwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dukungan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan berbagai kesempatan dan kegiatan keagamaan sebagai sarana penyampaian informasi serta edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau lebih banyak kalangan, sekaligus memperkuat peran lembaga pendidikan dan tokoh agama dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja.

Melalui kegiatan ini, MUI, BNNK Basel, FKUB, Kemenag, dan pihak sekolah diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Para pelajar juga diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi mampu menjadi pelopor pencegahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

HUpaya bersama tersebut menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda Bangka Selatan dari ancaman narkoba sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (GM)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!