Bangka BelitungBerandaBeritaEkonomiPangkalpinang

Lapas Pangkalpinang dan Tua Tunu Indah Latih Warga Olah Nanas Jadi Produk Bernilai Ekonomi

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Potensi nanas yang melimpah di Kelurahan Tua Tunu Indah terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan Kelurahan Tua Tunu Indah, warga mendapatkan pelatihan pengolahan nanas menjadi berbagai produk olahan bernilai jual, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan tersebut mengajarkan peserta cara mengolah buah nanas menjadi dodol nanas, sari buah nanas, dan produk turunan lainnya yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Lurah Tua Tunu Indah, Iwan Bernadi, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga memahami aspek perhitungan biaya dan strategi pemasaran.

“Peserta harus memahami seluruh proses usaha, mulai dari produksi, perhitungan biaya, hingga pemasaran. Dengan begitu produk yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga  Wali Kota Pangkalpinang Paparkan LKPJ 2025, PAD hingga Inovasi Maggot di Rapat Paripurna

Iwan berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata sehingga mampu membuka peluang usaha baru dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian seperti nanas menjadi produk olahan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memunculkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu mengembangkan produk unggulan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, H. Ghazali Mukeri, yang turut hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta.

Pelatihan diikuti oleh masyarakat umum, santriwan dan santriwati, serta ibu-ibu PKK. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir produk-produk olahan nanas khas Tua Tunu Indah yang mampu bersaing di pasar serta menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!