Bangka BelitungBangka TengahBerandaBerita

32 Guru SMAN 1 Pangkalan Baru Digembleng Koding dan AI Hadapi Era Digital

PANGKALAN BARU, GARUDAMERDEKA.ID – Sebanyak 32 guru SMA Negeri 1 Pangkalan Baru mengikuti In House Training (IHT) bertema “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI)” selama dua hari, 22–23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi di era digital.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pedagogis sekaligus literasi digital para guru melalui tiga materi utama, yakni Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Ketiganya dinilai menjadi kompetensi penting bagi tenaga pendidik dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Pangkalan Baru, Asrobianti, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh guru mengikuti pelatihan dengan penuh semangat sebagai bentuk komitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Asrobianti, guru harus terus meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik generasi saat ini.

“Pelatihan ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap sekolah sekaligus upaya meningkatkan kualitas guru melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran,” ujar Asrobianti, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Wahyudi Himawan, S.T., M.T. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif SMAN 1 Pangkalan Baru yang terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui penguasaan teknologi digital.

Menurut Wahyudi, transformasi digital telah mengubah wajah dunia pendidikan sehingga guru dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat.

“Teknologi bergerak sangat cepat. Melalui IHT ini, kami ingin memastikan para guru memiliki rasa percaya diri dan keterampilan yang mumpuni untuk membawa koding serta AI ke dalam ruang kelas secara bijak,” katanya saat membuka pelatihan.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang disampaikan oleh Nur Azizah, M.Pd. Materi tersebut menekankan perubahan paradigma pembelajaran dari metode ceramah menuju pembelajaran yang lebih aktif, reflektif, kolaboratif, dan menyenangkan (joyful learning), sehingga mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memahami materi secara lebih mendalam.

Baca juga  Satlantas Polres Basel Gelar Operasi Patuh Menumbing 2025 Serentak Mulai 14 Juli, Fokus pada Tertib Lalu Lintas dan Edukasi Pengendara

Sesi berikutnya menghadirkan Riki Apriansyah, dosen Politeknik Manufaktur (Polman), yang membimbing para peserta mempelajari dasar-dasar koding. Guru dari berbagai mata pelajaran, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), diajak mempraktikkan konsep berpikir komputasional (computational thinking) sebagai bekal menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah secara sistematis kepada siswa.

Sementara itu, materi mengenai Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu sesi yang paling diminati. Para guru mempraktikkan penggunaan berbagai aplikasi AI untuk membantu menyusun modul ajar, membuat media pembelajaran interaktif, menyusun soal dan instrumen evaluasi, hingga menganalisis capaian belajar siswa secara lebih cepat dan efisien.

Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut mengubah pandangannya terhadap pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.

“Awalnya kami mengira koding dan AI hanya untuk guru komputer. Setelah dipraktikkan, ternyata teknologi ini sangat membantu mempercepat penyusunan administrasi pembelajaran sekaligus menghasilkan materi yang lebih menarik bagi siswa,” ungkapnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, seluruh peserta diwajibkan menyusun draf modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning, Koding, dan AI sesuai mata pelajaran masing-masing. Modul tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada proses pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.

Melalui pelatihan ini, SMAN 1 Pangkalan Baru berharap para guru semakin profesional, adaptif, dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta literasi digital yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan IHT ini sekaligus menegaskan komitmen SMAN 1 Pangkalan Baru dalam mendukung transformasi pendidikan melalui peningkatan kualitas guru. Bekal pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial diharapkan mampu melahirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, modern, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era digital. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!