Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangPT Timah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT TIMAH Perkuat Reklamasi, Konservasi Satwa dan Transisi Energi Hijau

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi PT TIMAH (Persero) Tbk untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program pengelolaan lingkungan berkelanjutan, mulai dari reklamasi lahan pascatambang, konservasi satwa liar, rehabilitasi ekosistem pesisir hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di berbagai wilayah, PT TIMAH terus memastikan aktivitas operasional berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui penerapan prinsip Good Mining Practices.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan yang mencakup identifikasi risiko, pengendalian dampak operasional, serta pencegahan kontaminasi lingkungan.

Salah satu program unggulan perusahaan adalah reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang yang dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penghijauan kembali, program reklamasi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah kawasan reklamasi yang dikembangkan PT TIMAH kini telah menjadi pusat edukasi lingkungan, seperti Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur. Selain itu, lahan bekas tambang juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat, seperti budidaya ikan air tawar.

“Keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, reklamasi, konservasi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan.

Dalam bidang konservasi, PT TIMAH bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation sejak tahun 2018 untuk menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepasliarkan satwa liar ke habitat alaminya.

Berbagai jenis satwa yang telah mendapat penanganan antara lain penyu lekang, bulus atau labi-labi, kura-kura pipi putih, kukang, ayam jembang, mentilin hingga trenggiling. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, sebanyak 3.169 satwa berhasil dilepasliarkan kembali ke alam.

Baca juga  PT TIMAH Perkuat Kolaborasi Susun RIPPM, Fokus pada Enam Pilar Pemberdayaan Masyarakat

Perusahaan juga secara rutin melakukan pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah operasional, termasuk pengamatan biota laut, plankton dan mangrove sebagai bagian dari evaluasi kualitas lingkungan.

Di sektor pesisir, PT TIMAH terus memperluas program rehabilitasi ekosistem melalui pengembangan coral garden dan penanaman mangrove guna menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi.

Selain fokus pada rehabilitasi lingkungan, PT TIMAH juga terus mendorong transisi energi dan efisiensi energi sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi.

Saat ini sekitar 60,1 persen operasional perusahaan telah menggunakan biodiesel B35/B40 sebagai sumber energi utama. Perusahaan juga memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan Solar PV On Grid di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Kampong Reklamasi Selinsing, serta di PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.

Upaya efisiensi energi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2025 berhasil menurunkan konsumsi energi hingga 68.763 gigajoule. Capaian tersebut diperoleh melalui optimalisasi peralatan produksi, program efisiensi operasional, serta penerapan sistem manajemen energi yang mengacu pada standar internasional ISO 50001.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!