Brigjen Pol Eko Kristianto Pimpin Penggerebekan di Teladan, Ungkap Bandar Residivis dan Sita Sabu 36,52 Gram

TOBOALI, GARUDA MERDEKA.ID — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Eko Kristianto, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Babel.
Hal ini ditegaskan melalui aksi penggerebekan yang dipimpin langsung Brigjen Pol, Eko Kristianto dan didampingi Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E, M.M, di Kampung Teladan, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, pada Kamis (11/12) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam keterangan resminya, Brigjen Eko memaparkan bahwa operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat serta pemantauan intensif BNNP Babel terhadap kawasan yang telah lama menjadi titik rawan peredaran narkoba.
“Kami melakukan penggerebekan di Kampung Teladan bersama rekan-rekan Muspida Bangka Selatan. Lokasi ini sudah lama diadukan masyarakat sebagai tempat peredaran narkotika,” ujar Brigjen Eko Kristianto, Jumat (12/12/2025).
Penggerebekan dilakukan pada sebuah rumah dan beberapa pondok di belakangnya, yang beralamat di Jalan Air Benar, Kelurahan Teladan, dekat SMK Negeri 1 Toboali. Operasi lintas lembaga ini turut melibatkan Dandim, Kapolres, dan Kajari Bangka Selatan.
Di bawah komando Brigjen Eko, tim berhasil mengamankan tiga pelaku yang diduga kuat sebagai pengedar dan penyimpan narkotika, yakni:
RZH alias GG (38), warga Teladan, residivis narkoba yang baru bebas pada 2023,
TF (31), warga Desa Rindik,
FLH (24), warga Teladan.
Brigjen Eko menegaskan bahwa RZH alias GG telah kembali menjalankan aktivitas sebagai bandar setelah bebas dari hukuman.
“GG ini residivis. Setelah kami pantau, dia kembali berperan sebagai bandar. Ini yang membuat kami harus bertindak tegas,” tegasnya.
Dari lokasi penggerebekan, tim menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya:
Sabu-sabu seberat 36,52 gram,
Ekstasi 4,5 butir dengan berat 2,41 gram,
5 unit handphone,
Uang tunai Rp8.525.000,
3 timbangan digital,
Buku catatan penjualan sabu,
Wadah minyak rambut dan ember yang digunakan untuk menyembunyikan narkotika.
Terkait suara tembakan yang terdengar saat operasi, Brigjen Eko menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tembakan peringatan karena pelaku mencoba melarikan diri dan berpotensi mengancam keselamatan petugas.
“Tembakan peringatan itu wajar ketika pelaku berusaha melarikan diri dan membahayakan petugas. Alhamdulillah situasi bisa segera dikendalikan,” terangnya.
Brigjen Eko menekankan bahwa penggerebekan ini bukan penghujung, melainkan awal dari pembongkaran jaringan yang lebih besar. Ia menyebut bahwa jaringan pemasok sedang ditelusuri dan akan diungkap melalui penyelidikan lanjutan.
“Peredaran narkoba pasti melibatkan jaringan. Kami sedang mendalami siapa pemasoknya dan akan berkoordinasi dengan aparat lain untuk menyelesaikannya,” tutur Brigjen Eko.
Penggerebekan ini, menurut Brigjen Eko, menjadi bukti nyata bahwa BNNP Babel tidak akan mentolerir wilayah rawan narkoba dan siap bertindak cepat berdasarkan informasi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat. Penindakan seperti ini akan terus kami lakukan untuk membersihkan Babel dari narkotika,” tegas Brigjen Eko. (Eboy)





