Murai Batu Jabrik Milik Viky dari Belitung Raih Juara 1, Perawatan dan Kondisi Burung Jadi Kunci

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Murai batu bernama Jabrik milik Viky dari Tanjung Pandan, Belitung, berhasil meraih juara 1 dalam Festival dan Lomba Burung Berkicau Mas Pur Cup 1 2026 digelar di Baypark Stadium Arena Polda Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (6/9/2026).
Prestasi tersebut tidak lepas dari persiapan dan perawatan yang dilakukan secara rutin sebelum mengikuti pertandingan.
Viky mengatakan, kondisi kesehatan burung menjadi hal utama yang harus diperhatikan sebelum turun ke arena. Selain menjaga pola makan, ia juga mempersiapkan stamina Jabrik dengan melakukan pengumbaran.
“Di setiap pertandingan, yang paling dicari itu sehat burungnya. Pengaturan makan dan perawatan harus kita siapkan dengan mantap. Yang terutama untuk tenaga burung, kita umbar,” ujar Viky.
Menurutnya, menjadi pemain kicau mania bukan hanya soal mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan hobi. Ia bersyukur komunitas kicau mania di Bangka Belitung masih mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Bermanfaat bagi para pemain kicau mania, bisa menyalurkan hobinya. Alhamdulillah, kita di Bangka Belitung ini masih banyak yang ingin merangkul pemain-pemain kicau mania,” katanya.
Viky yang berasal dari Tanjung Pandan, Belitung, juga harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membawa Jabrik mengikuti perlombaan di luar daerah. Salah satu tantangan yang harus diperhatikan adalah menjaga kondisi burung selama perjalanan menggunakan kapal.

“Di dalam perjalanan kita naik kapal laut Di kapal kita perhatikan burung, apakah makan dan minumnya masih utuh, apakah dia sehat. Kalau dia panas kita dinginkan, kita semprot, seperti itulah,” tuturnya.
Untuk menjaga kondisi Jabrik, Viky memberikan pakan yang umum digunakan untuk murai batu, seperti kroto dan jangkrik. Ia menyebut tidak ada perlakuan khusus dalam hal makanan.
“Untuk makanan ya seperti murai pada umumnya, kroto, jangkrik. Nggak, biasa,” ujarnya.
Jabrik juga disebut sudah cukup sering mengikuti berbagai pertandingan. Namun, Viky mengaku sudah tidak dapat menghitung secara pasti berapa banyak perlombaan yang telah diikuti burung kesayangannya tersebut.
“Kalau ini sudah nggak terhitung lah mungkin. Sudah nggak bisa dihitung lagi,” katanya.
Sementara terkait biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti hobi dan merawat burung, Viky enggan menyebutkan nominal secara pasti. Baginya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kecintaan terhadap dunia kicau mania.
“Kalau untuk hobi kita kan tidak bisa menyebutkan nominal pasti ya, namanya kita hobi,” pungkasnya. (GM)





