Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Hunian Hotel Lesu, Pemkot Pangkalpinang Siapkan Strategi Dongkrak Wisata

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Industri perhotelan di Kota Pangkalpinang tengah menghadapi tekanan serius akibat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut membuat tingkat hunian hotel mengalami penurunan signifikan dan berdampak langsung terhadap operasional hotel hingga penghasilan para pekerja.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana mengatakan, saat ini tingkat okupansi hotel di Pangkalpinang hanya berada di kisaran 30 hingga 50 persen, dengan rata-rata hunian bertahan di angka 50 persen.

“Kalau dibandingkan kondisi normal atau peak season, tentu ini turun. Biasanya tingkat hunian hotel bisa mencapai 70 persen,” kata Yan Rizana, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, situasi tersebut memaksa sejumlah hotel mengambil langkah efisiensi demi menjaga keberlangsungan usaha, termasuk dengan memberikan potongan harga kamar untuk menarik wisatawan.

Namun, strategi diskon tarif kamar dinilai belum cukup mampu menahan dampak penurunan kunjungan wisatawan yang terjadi saat ini.

Yan mengungkapkan, dampak paling terasa dialami para pekerja hotel yang kini harus menjalani sistem kerja bergilir.

“Ada kebijakan internal hotel yang menerapkan sistem kerja 15 hari dari biasanya 30 hari. Otomatis penghasilan karyawan juga ikut berkurang hingga setengahnya,” ujarnya.

Tak hanya sektor perhotelan, lesunya kunjungan wisata juga mulai memukul pelaku usaha lain yang berkaitan langsung dengan industri pariwisata.

Baca juga  Noni Hidayat Arsani Tekankan Keluarga sebagai Madrasah Pertama dalam PKK Mengaji 2026

Restoran, pelaku UMKM penjual oleh-oleh, hingga jasa transportasi lokal disebut turut mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya aktivitas wisatawan di Pangkalpinang.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, dikhawatirkan akan berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah hingga menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran.

Menghadapi situasi itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata dan tingkat hunian hotel.

Salah satunya dengan memperbanyak agenda event di Pangkalpinang melalui kolaborasi bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Event Organizer (EO).

“Kami akan memperbanyak event musik, sport tourism seperti event run, hingga kegiatan budaya untuk mendatangkan wisatawan,” jelas Yan.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan dan travel agent guna menghadirkan paket wisata murah atau bundling perjalanan menuju Pangkalpinang.

Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata bersama hotel dan travel agent lokal juga akan menggelar agenda Table Top di Palembang untuk menarik agen perjalanan di wilayah Sumatera agar aktif menjual paket wisata ke Pangkalpinang.

“Kami optimistis pariwisata Pangkalpinang bisa kembali bangkit jika semua pihak berkolaborasi,” tutupnya. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!