Pemkot Pangkal Pinang Bidik Kerja Sama Xi’an untuk Smart City dan Solusi Sampah Modern

KENDARI, GARUDAMERDEKA.ID – Pemerintah Kota Pangkal Pinang terus memperluas jejaring internasional guna mempercepat pembangunan daerah berbasis teknologi dan lingkungan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama bilateral dengan Pemerintah Kota Xi’an, Tiongkok, dalam rangkaian kegiatan The First Session of the 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau and the Asia-Pacific Forum yang berlangsung di Claro Hotel, Kendari, 7–9 Mei 2026.
Delegasi Pangkal Pinang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pangkal Pinang, Saparudin didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal pembentukan kerja sama Sister City antara Pangkal Pinang dan Xi’an yang difokuskan pada pengembangan smart city, pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi pesisir, serta transfer teknologi.
Dalam forum internasional itu, Saparudin turut menjadi pembicara pada sesi panel bertajuk “Building Climate Resilience” pada Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan keikutsertaan Pangkal Pinang dalam forum tersebut merupakan upaya nyata mencari peluang investasi dan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan kota.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkal Pinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan bahwa Pemkot Pangkal Pinang membawa agenda khusus terkait penguatan kemitraan internasional dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi pesisir.
“Kami datang dengan niat yang sangat spesifik. Fokus utama kami adalah membangun kemitraan yang mampu menjawab tantangan lingkungan serta memperkuat ekonomi pesisir melalui teknologi digital,” ujar Dessy saat berdialog dengan delegasi Xi’an.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Pangkal Pinang menawarkan empat sektor kerja sama prioritas, yakni pengembangan ekowisata mangrove, konservasi buaya muara, modernisasi budidaya kepiting bakau, dan pengelolaan sampah terpadu.
Pengelolaan sampah menjadi perhatian utama karena Pangkal Pinang saat ini menghadapi persoalan meningkatnya volume sampah yang mencapai 154,3 ton per hari. Di sisi lain, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) disebut sudah mendekati batas maksimal.
Menurut Dessy, Xi’an memiliki pengalaman dan teknologi unggulan dalam sistem Waste-to-Energy serta pengelolaan sampah modern yang dinilai dapat membantu Pangkal Pinang mencapai target zero open dumping pada 2027.
Selain itu, Pemkot Pangkal Pinang juga ingin mengembangkan kawasan mangrove dan habitat buaya muara sebagai destinasi ekowisata berkelas dunia berbasis konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Delegasi Xi’an menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan membuka peluang kunjungan teknis ke Pangkal Pinang untuk meninjau langsung berbagai potensi yang dimiliki.
Kerja sama ini sejalan dengan tema besar UCLG ASPAC 2026 yakni “Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economic Growth”, yang menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antar pemerintah daerah.
Melalui penjajakan tersebut, Pemkot Pangkal Pinang berharap kerja sama Sister City dengan Xi’an dapat segera terealisasi guna mendukung terwujudnya visi Pangkal Pinang SMART 2029. (GM)





