Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Perkuat Kompetensi Guru Lewat Seminar Ramah ABK

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui Seminar Pendidikan ramah ABK yang digelar bekerja sama dengan Penerbit Erlangga di Bangka City Hotel, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan guru SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang dengan antusias. Seminar ini bertujuan membekali para pendidik agar lebih memahami serta mampu menerapkan metode pembelajaran yang tepat bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah umum.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan berharap para guru memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak, sehingga tidak lagi terjadi kesalahan persepsi maupun perlakuan yang kurang tepat di lingkungan sekolah.
Sebagai narasumber, Dr. Brigita Puridawaty, M.Si., M.Pd., memberikan pemaparan mendalam mengenai faktor tumbuh kembang anak, penyebab anak berkebutuhan khusus, serta ragam jenis ABK seperti disleksia, autisme, ADHD, hingga hambatan fisik lainnya.
“Setiap anak memiliki keunikan. Tugas kita sebagai pendidik adalah memahami dan menyesuaikan metode pembelajaran agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam menciptakan sekolah yang ramah dan inklusif. Dengan dukungan literasi dan metode pembelajaran yang tepat, guru diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena memiliki kebutuhan khusus. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi semua,” ungkap perwakilan Dinas Pendidikan.
Salah satu peserta, Miss Ruth, guru dari SD Santo Paulus 1, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. Ia menilai seminar ini memberikan pemahaman baru dalam menghadapi siswa dengan karakteristik yang beragam.
“Sekarang kami jadi lebih paham cara mendekati dan mendampingi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ini sangat membantu dalam praktik di kelas,” katanya.
Melalui seminar ini, Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang berharap tercipta sinergi antara pemerintah, sekolah, dan mitra pendidikan dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan. (GM)





