BNN Bangka Selatan, Dindikbud, dan Sekolah Bersinergi Sukseskan IKAN 2026

TOBOALI, GARUDA MERDEKA.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) Tahun 2026, sebuah program inovatif untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
Peluncuran ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar) sekaligus mendukung Akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan launching IKAN dilaksanakan di Surabaya dihadiri Menteri Pendidikan, Kepala BNN RI dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor BNNK Bangka Selatan, Kamis (12/2/2026).
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan diikuti secara langsung oleh Kepala BNNK Bangka Selatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, serta kepala sekolah dari sejumlah SMP dan SMA di wilayah Toboali.
Beberapa sekolah yang turut serta dalam kegiatan ini antara lain:
SMPN 1 Toboali,
SMPN 2 Toboali,
SMPN 5 Toboali,
SMAN 1 Toboali,
SMAN 2 Toboali,
SMAN 3 Toboali.
Dalam sambutannya, Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E., M.M., menegaskan bahwa program IKAN merupakan strategi berkelanjutan untuk menangkal bahaya narkoba sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal.
“Program IKAN menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pelajar agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkoba. Sekolah memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bersih dari narkoba,” ujar Hendra Amoer.
Seluruh peserta mengikuti peluncuran dengan antusias dan penuh khidmat sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung program nasional pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan. Peluncuran ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BNN, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan.
Di akhir acara, Kepala BNNK Bangka Selatan mengarahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah untuk segera mengimplementasikan kurikulum IKAN di sekolah masing-masing. Tahap awal implementasi akan dimulai dengan penetapan sekolah role model sebagai percontohan pelaksanaan integrasi kurikulum anti narkoba.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk menindaklanjuti program ini. Ia menyampaikan bahwa koordinasi dan rapat bersama pihak sekolah akan segera dilakukan agar pelaksanaan IKAN dapat berjalan lancar dan efektif.
Peluncuran IKAN 2026 ini turut diperkuat dengan keberadaan Peraturan Bupati Bangka Selatan Nomor 33 Tahun 2022, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan pendidikan.
Hendra Amoer menambahkan bahwa jika Indonesia ingin memanfaatkan bonus demografi secara optimal, generasi muda harus terlindungi dari ancaman narkoba sejak sekarang.
“Kita tidak bisa menunggu besok atau lusa. Jika kita berharap bonus demografi yang akan datang benar-benar melahirkan generasi emas, maka generasi penerus harus terlindungi dari ancaman narkoba sejak sekarang. Kita harus mulai dari hari ini dan oleh kita semua.” tegas Hendra Amoer.
Dengan semangat Ananda Bersinar melalui program IKAN, BNNK Bangka Selatan optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba. (Eboy)





