Tangguh Lewati Seleksi Ketat, Pemuda Pesisir Bangka Selatan Jadi Delegasi Fully Funded Tunggal Indonesia di YLEC Bangkok 2026

BANGKA SELATAN, GARUDA MERDEKA.ID — Kabar membanggakan datang dari pesisir Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Andre Agasi, M.Sc, yang akrab disapa Agasi, berhasil mengukir prestasi di tingkat internasional dengan terpilih sebagai delegasi fully funded tunggal Indonesia pada ajang Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter 12 yang akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 4–7 Februari 2026 mendatang.
Agasi merupakan pemuda pesisir Bangka Selatan sekaligus mahasiswa yang baru saja menuntaskan studi magister Fisika di Universitas Gadjah Mada. Keberhasilannya menembus forum kepemudaan global ini diraih setelah melalui proses seleksi yang panjang, ketat, dan sangat kompetitif.
YLEC merupakan forum pertukaran pemimpin muda internasional yang diselenggarakan oleh GoldNation (Golden Generation). Program ini berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda dalam merespons tantangan global melalui tiga pilar utama, yakni pemanfaatan teknologi, pertukaran lintas budaya (cross-cultural exchange), serta pembangunan komunitas yang tangguh dan resilien.
Forum ini mempertemukan pemuda terpilih dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan merumuskan solusi inovatif terhadap isu-isu global, mulai dari kebijakan publik, transformasi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan Agasi menjadi delegasi fully funded dinilai istimewa mengingat proses seleksi yang dilakukan secara berlapis. Tahapan seleksi dimulai dari administrasi, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menguji kemampuan analisis kebijakan publik dan pemecahan masalah berbasis studi kasus.
Tahap berikutnya adalah wawancara mendalam yang menggali visi jangka panjang, komitmen sosial, serta integritas peserta. Seleksi puncak dilakukan melalui Leaderless Group Discussion (LGD) Top 12, di mana Agasi harus bersaing dengan 11 kandidat terbaik lainnya. Pada tahap ini, peserta dinilai dari kepemimpinan kolaboratif, manajemen waktu, serta kemampuan menyintesis ide untuk mencapai konsensus tim
Agasi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diraihnya. Ia menegaskan bahwa proses seleksi tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dan visi jangka panjang.
“Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh GoldNation. Proses seleksi ini mengajarkan bahwa komitmen dan visi jauh lebih penting daripada sekadar ide yang terlihat canggih,” ujar Agasi.
Ia menambahkan, selama mengikuti YLEC di Bangkok, dirinya akan berfokus pada pertukaran pengetahuan, khususnya terkait model implementasi teknologi dan kebijakan publik yang dapat diadaptasi di Indonesia.
“Pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh nantinya akan saya bawa kembali dan saya upayakan untuk diamplifikasi demi kemajuan pemuda dan komunitas, terutama di Bangka Belitung,” katanya.
Keberhasilan Agasi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia, khususnya dari daerah pesisir dan kepulauan, untuk berani mengambil peluang di kancah internasional. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berkontribusi di tingkat global, selama disertai dengan komitmen, ketekunan, dan visi yang kuat. (Joy)





