Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangPT Timah

PT Timah Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat, 10.265 UMKM Bertransformasi Sejak Tahun 2000

PANGKALPINANG – Selama lebih dari dua dekade, PT Timah Tbk terus menyalakan semangat kemandirian ekonomi masyarakat melalui dukungan nyata kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang dimulai pada tahun 2000, ribuan pelaku usaha kecil kini mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Data terbaru mencatat, hingga Juni 2025, 10.265 UMKM telah menjadi mitra binaan PT Timah. Dari jumlah tersebut, 4.007 UMKM masih aktif dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sektor yang dibina beragam, mulai dari kuliner, kerajinan, industri kreatif, pertanian dan perkebunan, perikanan, hingga industri jasa.

Bagi PT Timah, PUMK bukan sekadar menyalurkan modal. Program ini dirancang menyeluruh dan berkelanjutan, meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran produk.

“Sejak tahun 2000, perusahaan konsisten hadir membantu pelaku UMKM agar bisa naik kelas. Tidak hanya melalui bantuan modal, tetapi juga melalui pelatihan, pendampingan, dan pemasaran produk mereka ke pasar yang lebih luas,” ujar Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Rabu (13/8/2025).

Dari 2021 hingga pertengahan 2025, PT Timah telah menyalurkan total Rp45,118 miliar untuk permodalan UMKM, dengan rincian:

2021: Rp22,438 miliar

2022: Rp1,18 miliar

2023: Rp10 miliar

2024: Rp10 miliar

Januari–Juni 2025: Rp1,5 miliar

Pinjaman lunak ini dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperbesar kapasitas produksi, menambah tenaga kerja, memperluas jaringan distribusi, hingga melakukan inovasi produk.

Baca juga  Eddy Iskandar Dukung Penghijauan Bangka Belitung dan Dorong Jadi Lumbung Energi Nasional

Banyak UMKM binaan yang awalnya beroperasi secara sederhana kini berhasil menembus pasar nasional. Sejumlah pelaku usaha kuliner khas Bangka, misalnya, mulai rutin menerima pesanan dari luar pulau. Pengrajin anyaman pandan pun sudah mampu memasarkan produknya ke kota-kota besar melalui platform digital.

Tak hanya omzet yang meningkat, dampak sosial juga terasa: lapangan kerja baru tercipta, perputaran ekonomi lokal lebih dinamis, dan generasi muda mulai kembali ke desa untuk mengembangkan usaha keluarga.

PT Timah aktif mempromosikan produk UMKM melalui partisipasi di pameran tingkat lokal dan nasional. Perusahaan juga menyediakan Tins Gallery sebagai ruang khusus bagi mitra binaan untuk memajang dan menjual produk unggulannya.

Produk-produk seperti kopi liberika, batik motif timah, dan olahan hasil laut kini tak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga identitas daerah yang mulai dilirik pasar mancanegara.

Anggi menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah.

“Melalui program ini, kami berharap dapat terus melahirkan pelaku usaha yang tangguh, kreatif, dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sebagai anggota holding industri pertambangan MIND ID, PT Timah menjadikan PUMK sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan, sejalan dengan misi mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan visi pemerintah memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.

Dengan komitmen yang terjaga selama 24 tahun, PT Timah percaya bahwa membina UMKM berarti membangun pondasi ekonomi rakyat yang lebih kuat, mandiri, dan siap menghadapi persaingan global. (Shin)

sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!