BeritaDaerahNasionalPT Timah

PT TIMAH Tbk Bangkit Cetak Laba Rp1,19 Triliun di 2024, Produksi dan Ekspor Melejit

JAKARTA – PT TIMAH Tbk (IDX: TINS), perusahaan tambang milik negara dan produsen logam timah terbesar di Indonesia, berhasil menutup tahun 2024 dengan performa keuangan dan operasional yang mencengangkan, Rabu (9/4/2025).

Setelah mencatat kerugian bersih sebesar Rp449,67 miliar di tahun 2023, perusahaan bangkit dan membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun pada tahun 2024, naik signifikan sebesar 364% secara tahunan.

Kinerja gemilang ini didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk lonjakan harga rata-rata timah dunia yang mencapai USD 30.177,45 per ton, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Harga ini bahkan mendekati batas atas proyeksi Bloomberg yang memperkirakan kisaran USD 28.000 – 31.000 per ton.

Sementara itu, stok timah global di LME turun tajam 35,6% menjadi hanya 4.800 ton di akhir 2024, memperketat pasokan dan memperkuat harga pasar.

Dari sisi produksi, PT TIMAH mencatat kenaikan produksi bijih timah sebesar 31% menjadi 19.437 ton Sn, didorong oleh peningkatan jumlah tambang darat, produktivitas tambang laut, serta strategi eksplorasi yang lebih terarah melalui bor pandu.

Produksi logam timah meningkat 23% menjadi 18.915 ton, dan penjualan logam timah naik 22% menjadi 17.507 ton, dengan harga jual rata-rata mencapai USD 31.181 per ton, naik 17% dari tahun sebelumnya.

Sebanyak 88% dari total penjualan timah dialokasikan ke pasar ekspor, dengan enam negara utama tujuan: Korea Selatan (19%), Singapura (18%), Jepang (15%), Belanda (12%), India (10%), dan China (7%). Sisanya, 12% dijual di pasar domestik.

Peningkatan volume penjualan dan harga timah turut mendorong pertumbuhan pendapatan Perseroan sebesar 29,37% menjadi Rp10,86 triliun dari Rp8,39 triliun pada 2023. Di saat yang sama, beban pokok pendapatan hanya naik 1,26%, menjadi Rp8,03 triliun, mencerminkan efisiensi yang berhasil dijalankan. EBITDA melonjak tajam hingga Rp2,71 triliun, atau hampir 4 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Baca juga  BNNK Bangka Selatan Perkuat Sinergi Wujudkan Kelurahan Ketapang Bersinar Melalui Program Dayatif

Di sisi struktur keuangan, PT TIMAH menunjukkan penguatan yang signifikan. Liabilitas berhasil ditekan 19,08% menjadi Rp5,35 triliun melalui pelunasan pinjaman bank, obligasi, serta buyback Medium Term Notes (MTN). Ekuitas meningkat 19,35% menjadi Rp7,45 triliun, seiring pertumbuhan laba. Sementara aset total stabil di Rp12,80 triliun.

Rasio keuangan penting menunjukkan fundamental yang kuat:

Quick Ratio: 73,2%

Current Ratio: 222,0%

Debt to Asset Ratio: 41,8%

Debt to Equity Ratio: 71,8%

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk, Fina Eliani, menyampaikan bahwa capaian ini tak lepas dari sinergi berbagai strategi efisiensi dan optimalisasi produksi.

“Kami berhasil menekan fixed cost, menurunkan interest bearing debt, dan melakukan seleksi investasi secara cermat, sehingga keuangan lebih sehat dan operasional semakin efisien,” ujarnya.

Selain efisiensi, PT TIMAH juga aktif memperkuat masa depan bisnisnya melalui eksplorasi. Sepanjang 2024, perusahaan mencatat sumber daya timah sebesar 807.234 ton dan cadangan timah sebesar 312.506 ton, baik dari aktivitas eksplorasi di darat maupun laut.

Menghadapi tahun 2025, PT TIMAH telah menyiapkan strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan, di antaranya:

Optimalisasi produksi bijih dan logam timah.

Perbaikan tata kelola kemitraan tambang darat dan laut.

Efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis.

Pengembangan anak usaha sebagai mesin pertumbuhan baru.

Dengan kondisi pasar global yang mulai stabil dan permintaan yang kembali tumbuh, PT TIMAH Tbk menunjukkan dirinya bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemimpin industri yang tangguh dan siap bersaing di pasar global. (Shin)

www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!