BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Gagas Kota Tanpa Kabel dan Sampah Jadi Energi, Prof Udin–Cece Dessy Tawarkan Transformasi Total Pangkalpinang

PANGKALPINANG — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang periode 2025-2030, Prof Saparudin Masyarif (Prof Udin) dan Dessy Ayutrisna (Cece Dessy), hadir dengan tawaran yang tak biasa, menjadikan kota Pangkalpinang sebagai kota yang bebas kabel udara, bebas macet, dan bebas sampah tak bernilai.

Dalam kampanye dialogis yang digelar Senin sore (28/7/2025) di kawasan Jalan Sudirman, meski diguyur hujan, ratusan warga tetap bertahan demi mendengar langsung gagasan besar yang mereka sebut sebagai “Transformasi Total Kota”.

Gagasan Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan

Dalam sambutannya, Prof Udin menjelaskan bahwa kota-kota modern di dunia tidak hanya indah secara fisik, tetapi efisien dan ramah lingkungan. Untuk itu, ia dan Cece Dessy merancang program kerja yang bertumpu pada pemanfaatan teknologi, efisiensi tata kota, dan pemberdayaan warga.

“Kita tidak bisa terus mengelola kota dengan cara lama untuk masalah yang makin kompleks. Kota harus naik kelas. Teknologi harus jadi solusi utama,” tegas Prof Udin.

1. Kabel Tanah untuk Jalan Ikonik

Salah satu rencana besar yang dicanangkan adalah menyingkirkan tiang listrik dan kabel semrawut di sepanjang Jalan Sudirman, lalu menggantinya dengan jaringan bawah tanah.

“Jalan Sudirman adalah wajah Pangkalpinang. Tiang-tiang yang semrawut bukan hanya mengganggu estetika, tapi juga membahayakan warga saat cuaca ekstrem. Kita akan tanam semua kabel di bawah tanah. Ini bagian dari peradaban baru kota ini,” ujar Prof Udin.

Program ini, menurutnya, juga akan mengurangi risiko korsleting, meningkatkan keselamatan warga, dan memberi kesan modern bagi turis dan investor.

2. Sampah Jadi Energi dan Ekonomi

Salah satu masalah krusial di Pangkalpinang adalah sampah. Prof Udin menyatakan bahwa selama ini sampah hanya dilihat sebagai beban, padahal bisa menjadi potensi ekonomi jika dikelola secara tepat.

Mereka menawarkan sistem pengolahan sampah terpadu berbasis waste-to-energy dan insentif digital untuk warga yang memilah sampah dari rumah.

“Setiap kilo sampah punya nilai. Kita akan buat warga termotivasi mengelola sampahnya. Kami ingin hadirkan Bank Sampah Digital, di mana warga bisa menabung dari limbah rumah tangganya,” papar Cece Dessy yang selama ini aktif dalam program pemberdayaan keluarga.

Baca juga  PT Timah Tbk Klarifikasi Terkait Postingan Oknum Karyawan

3. Smart Parking dan Solusi Kemacetan

Untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin terasa di pusat kota, Prof Udin–Cece Dessy menawarkan sistem parkir pintar berbasis aplikasi. Nantinya, warga bisa mengetahui ketersediaan lahan parkir lewat ponsel, sehingga tidak perlu berputar-putar mencari tempat.

“Kami juga akan bangun kantong-kantong parkir terintegrasi di titik strategis. Sistem ini akan terhubung dengan layanan kota, bahkan bisa terintegrasi dengan transportasi umum,” jelas Prof Udin.

4. Revitalisasi Infrastruktur dan Drainase Kota

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga mengeluhkan masalah banjir yang muncul saat hujan lebat. Cece Dessy menjawab bahwa mereka telah menyiapkan rencana revitalisasi drainase, termasuk sistem deteksi dini genangan dengan sensor dan dashboard monitoring untuk antisipasi cepat.

Hujan Tak Halangi Antusiasme Warga

Kendati kampanye berlangsung dalam suasana hujan gerimis, kehadiran warga tak surut. Banyak yang datang dengan membawa anak, mengenakan jas hujan, bahkan ada yang tetap bertahan berdiri di bawah guyuran hujan demi mendengarkan langsung program dari pasangan ini.

“Kami datang karena penasaran. Tapi setelah dengar langsung, kami jadi yakin. Ini bukan sekadar janji kampanye. Mereka bicara solusi yang logis dan masuk akal,” ujar Pak Feri, warga Kelurahan Gajah Mada.

Bukan Janji, Tapi Rencana Kerja Detail

Cece Dessy menambahkan bahwa semua program yang mereka tawarkan telah melalui kajian teknis dan studi kelayakan awal. Artinya, jika terpilih, mereka tinggal melanjutkan ke tahap implementasi, bukan memulai dari nol.

“Kami tidak akan menebar janji. Kami datang dengan blueprint lengkap. Bahkan sistem monitoring publik akan kami siapkan agar warga bisa ikut mengawal langsung progres kinerja kami,” ujarnya.

Kampanye Berbasis Gagasan, Bukan Gimik

Pasangan Prof Udin–Cece Dessy tampil sebagai kandidat yang menitikberatkan kampanyenya pada gagasan, rencana kerja, dan keberanian meninggalkan zona nyaman demi pengabdian. Bagi sebagian besar warga yang hadir, ini adalah angin segar di tengah rutinitas politik yang kerap hanya mengandalkan popularitas dan slogan.

“Kami tidak ingin Pangkalpinang hanya disebut kota provinsi, tapi jadi kota yang membuat warganya bangga. Modern, cerdas, bersih, dan tertata. Bukan impian, tapi kerja nyata,” tutup Prof Udin.

(YG)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!