PT Timah Tbk Hadirkan Ruang Literasi Anak Lewat Taman Baca Rumah Stania di Mentok

BANGKA BARAT — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak, PT Timah Tbk tetap konsisten menggerakkan budaya literasi melalui Taman Baca Rumah Stannia (TBRS), Sabtu (17/5/2025).
Terletak di Taman Peltim Permas, Komplek Unit Metalurgi PT Timah Tbk, Mentok, Bangka Barat, taman baca ini telah hadir selama 14 tahun dan tetap eksis menjadi ruang edukasi sekaligus tempat bermain anak-anak.
Didirikan pada tahun 2011 dan dikelola oleh Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT), TBRS merupakan bukti nyata komitmen PT Timah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
TBRS bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga ruang sosial anak-anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dalam suasana yang positif dan menyenangkan.
Setiap harinya, TBRS dikunjungi oleh puluhan anak-anak, baik dari lingkungan komplek karyawan PT Timah maupun dari masyarakat umum di wilayah Mentok. Tempat ini menjadi favorit anak-anak untuk membaca buku, bermain puzzle, bermain playdough, mewarnai, hingga berkegiatan edukatif lainnya secara gratis.
TBRS memiliki lebih dari 1.000 koleksi buku yang bervariasi, mulai dari buku pengetahuan, cerita anak, komik hingga novel remaja. Koleksi tersebut terus diperbarui agar tetap relevan dan menarik minat baca anak-anak.
Menurut pengurus TBRS, Elza Marlina atau yang akrab disapa Bunda Elza, kehadiran taman baca ini sangat penting sebagai alternatif kegiatan anak-anak di luar sekolah, terutama di tengah gempuran teknologi digital.
“Awal berdirinya TBRS karena dulu anak-anak di sini tidak punya tempat untuk membaca atau mengerjakan tugas kelompok. Maka PT Timah menginisiasi taman baca ini agar mereka punya tempat berkumpul yang positif,” ujar Elza.
TBRS tidak hanya memberikan ruang literasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Di tempat ini, anak-anak belajar mencintai buku dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Hanin, salah satu pengunjung setia TBRS, mengatakan bahwa taman baca ini adalah tempat favoritnya.
“Senang ke sini karena bukunya banyak, bisa baca bareng teman-teman dan main juga. Dulu sering setiap sore, sekarang agak jarang karena sekolah, tapi tetap suka ke sini,” katanya dengan antusias.
Bunda Elza menambahkan bahwa orang tua juga kerap ikut mendampingi anak-anak mereka saat berkunjung ke TBRS. Hal ini menjadikan taman baca ini sebagai ruang kebersamaan keluarga.
“Kami berharap anak-anak bisa lebih gemar membaca dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan sosial. Buku adalah jendela dunia, dan kami ingin mereka membuka jendela itu sejak kecil,” pungkasnya.
Dengan hadirnya TBRS, PT Timah menunjukkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah melalui pendidikan dan literasi. TBRS telah membuktikan bahwa taman baca yang sederhana bisa memberikan dampak besar bagi pertumbuhan karakter dan pengetahuan anak-anak di tengah masyarakat. (Ayi)
sumber: www.timah.com





