Desa Rajik Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba, Kepala BNNK Basel Hendra Amoer Apresiasi Langkah Pemdes

SIMPANG RIMBA, BANGKA SELATAN — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka Selatan, Hendra Amoer, SE, MM, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba.
Hal ini disampaikan menyusul langkah progresif yang diambil Desa Rajik dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Dalam pernyataannya, Hendra Amoer mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen Desa Rajik yang telah mengalokasikan sebagian dana APBDes Tahun 2025 untuk program pencegahan, penyuluhan, dan penyelamatan korban penyalahgunaan narkoba.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui desa dalam menghadapi ancaman narkoba yang merusak masa depan generasi. Kami sangat menghargai keberanian dan kepedulian Pemerintah Desa Rajik serta seluruh warganya,” ujar Hendra Amoer.
Langkah ini dinilai bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi bukti bahwa masyarakat akar rumput telah mengambil peran aktif dalam melindungi komunitasnya dari ancaman laten narkoba yang semakin kompleks dan meresahkan.
Secara geografis, Desa Rajik memiliki garis pantai yang cukup panjang dan menjadi salah satu titik terdekat dari Pulau Sumatera, menjadikannya rentan terhadap masuknya barang haram melalui jalur laut.

Minimnya pengawasan dan aktivitas di wilayah pesisir juga memperbesar potensi wilayah ini menjadi pintu masuk narkoba.
Namun, alih-alih membiarkan ancaman tersebut menjadi masalah yang terus menggerogoti desa, Pemerintah Desa Rajik bersama masyarakat memilih untuk bertindak. Mereka sadar bahwa tindakan pencegahan lebih penting daripada penindakan semata.
“Desa Rajik adalah contoh bagaimana desa bisa menjadi benteng awal melawan tirani narkoba,” tegas Hendra Amoer.
Dana desa yang dialokasikan bukan hanya untuk kegiatan penyuluhan dan kampanye antinarkoba, tetapi juga diarahkan untuk program rehabilitasi berbasis masyarakat, pelatihan keterampilan bagi eks pengguna, dan penguatan kapasitas kader desa dalam pencegahan narkoba.
Langkah ini sejalan dengan pendekatan humanis yang kini diusung BNN, yaitu mengutamakan penyelamatan korban ketimbang kriminalisasi semata.
Kepala BNNK Bangka Selatan menambahkan, pihaknya siap mendampingi dan mendukung penuh desa-desa lain yang ingin meniru langkah Desa Rajik. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat, tetapi harus menjadi
“Jika semua desa seperti Rajik, saya yakin kita bisa menekan laju penyalahgunaan narkoba secara signifikan di Bangka Selatan,” pungkas Hendra Amoer.
(Eboy)





