BPK Nyatakan Nol Temuan di BUMD Babel, Prof. Udin Tawarkan Kepemimpinan Bersih dan Mandiri untuk Pangkalpinang

Pabrik Pengolahan Limbah B3 di Kawasan Industri Sadai. Meski masih menunggu izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup, proyek ini telah rampung dibangun tanpa mengandalkan dana APBD, menjadikannya salah satu proyek percontohan nasional dalam pengelolaan limbah industri.
Prof. Udin juga menunjukkan keberanian moral dalam menyelesaikan tunggakan pajak warisan tahun 2015–2016 yang ditemukan melalui audit internal. Meski tunggakan tersebut terjadi sebelum masa kepemimpinannya, ia memilih untuk tidak melempar tanggung jawab.
“Saya selesaikan dengan cara negosiasi ke kantor pajak, lalu dicicil. Saya percaya, pemimpin sejati adalah yang menyelesaikan, bukan menyalahkan,” katanya.
Salah satu inovasi besar lainnya adalah pembentukan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Babel, yang menyatukan berbagai pelaku tata niaga lada seperti petani, koperasi, eksportir, hingga pemilik indikasi geografis.
KPB ini telah menata ulang sistem ekspor lada, menghapus ketergantungan pada tengkulak, serta membuka akses langsung ke pasar global. Dampaknya, nilai jual lada meningkat dan para petani mendapatkan kepastian harga.
Dengan rekam jejak bersih yang mendapat pengakuan resmi dari BPK, serta segudang pencapaian yang tidak bergantung pada APBD, Prof. Udin menawarkan pola kepemimpinan baru untuk Pangkalpinang: bersih, berani, dan mandiri.
“Kalau BUMD bisa saya kelola tanpa APBD dan tanpa temuan BPK, saya percaya Pangkalpinang juga bisa kita kelola dengan bersih dan produktif. Kita bangun kota ini bukan dengan beban rakyat, tapi dengan keberanian untuk mandiri,” pungkasnya.
(Yudi)





