Gubernur Hidayat Arsani Fokus Benahi Hukum, Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Bangka Belitung

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, resmi dilantik pada Kamis (17/4/2025) dan langsung menyampaikan komitmennya untuk membawa perubahan signifikan di daerah yang dipimpinnya.
Dalam pernyataan resminya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah penyelesaian persoalan hukum, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan perbaikan sektor ekonomi.
“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar yang kami emban. Kami akan bekerja keras sesuai sumpah jabatan dan melaksanakan program prioritas tanpa melanggar hukum,” ujarnya tegas.
Hidayat Arsani juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan jajaran menteri atas kepercayaan yang diberikan.
Ia mengakui bahwa pelantikannya berlangsung meski sempat menghadapi persoalan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilihan kepala daerah di Bangka Belitung.
“Kami bersyukur bisa dilantik hari ini meski sempat menghadapi persoalan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Kami menghormati sepenuhnya proses tersebut dan siap menerima keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Hidayat.
Dalam pidatonya, Hidayat menyoroti persoalan hukum yang selama ini menjadi kendala pembangunan di daerah. Ia bertekad menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan taat hukum.
“Pemerintahan yang bersih adalah kunci kepercayaan publik. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum,” tegasnya.
Di sektor layanan publik, Hidayat Arsani menyebutkan bahwa layanan kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menyadari adanya ketimpangan dan keterbatasan fasilitas di berbagai wilayah Bangka Belitung, yang akan menjadi perhatian serius selama masa kepemimpinannya.
“Layanan kesehatan dan pendidikan adalah hak dasar rakyat. Kami akan memperbaiki kualitas dan akses layanan ini secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain itu, Hidayat juga menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyadari bahwa defisit anggaran dan ketergantungan pada sektor tambang menjadi tantangan besar. Karena itu, ia berencana memperluas basis ekonomi dengan mendorong sektor UMKM, pariwisata, dan perikanan.
“Kondisi ekonomi harus diselamatkan. Kami akan membuka lapangan kerja dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Perekonomian Bangka Belitung tidak boleh stagnan,” katanya.
Di sisi lain, Hidayat Arsani juga menyoroti dua persoalan pelik yang sudah lama membayangi Bangka Belitung, yakni praktik penyelundupan dan tambang ilegal.
Ia menyebut keduanya sebagai musuh pembangunan dan akan mengambil langkah tegas untuk menertibkannya.
“Penyelundupan merugikan negara, dan tambang ilegal merusak lingkungan serta merampas hak rakyat. Kami akan mengaturnya melalui skema legal seperti Wilayah Penambangan Rakyat (WPR), agar aktivitas pertambangan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil pemerintahannya akan berpijak pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sesuai arahan Presiden dan peraturan perundang-undangan.
“Kami bawahan Presiden, dan kami akan menjalankan pemerintahan dengan cara yang benar, jujur, dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Dengan tekad kuat dan arah yang jelas, Gubernur Hidayat Arsani siap memimpin Bangka Belitung menuju pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Eboy)





