BNNK Bangka Selatan Masuk Sekolah, MPLS Jadi Momentum Cetak Generasi Hebat Tanpa Narkoba

BANGKA SELATAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tangguh, sehat, dan terbebas dari bahaya narkotika.
Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif BNNK dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Bangka Selatan pada Kamis, (17/7/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat SMP, SMA, SMK hingga pesantren.
Tujuannya untuk menanamkan pemahaman dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan membentuk ketahanan pribadi pelajar terhadap pengaruh buruk lingkungan.
Dalam satu hari, BNNK Basel menyambangi tujuh titik sekolah yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya:
SMAN 1 Toboali Tema: Pelajar Hebat Tanpa Narkoba Jumlah peserta: 100 siswa Materi membahas jenis-jenis narkoba, dampak jangka panjang, dan sikap tegas menolak ajakan memakai narkoba.

SMAN 2 Toboali Tema: Bahaya Narkoba pada Remaja Jumlah peserta: 218 siswa Fokus pada adiksi, ciri-ciri pengguna, serta faktor risiko dan pelindung.

Pesantren Modern Darul Istiqomah Air Gegas Tema: Narkoba Mengancam Generasi Bangsa Jumlah peserta: 94 siswa Menekankan bahaya narkoba terhadap kesehatan mental dan masa depan generasi muda.

SMAN 3 Toboali Tema: Ketahanan Remaja Anti Narkotika Jumlah peserta: 100 siswa Materi menyoroti konsep ketahanan diri dengan pendekatan 3 langkah: Regulasi Diri, Assertiveness, dan Reaching Out.

SMPN 1 Air Gegas Tema: Pelajar Hebat Tanpa Narkoba Jumlah peserta: 80 siswa (jurusan TSM) Peserta diajak mengenali ciri-ciri pengguna serta pentingnya keberanian berkata “tidak”.

SMKN 1 Air Gegas Tema: Pelajar Hebat Tanpa Narkoba Jumlah peserta: 120 siswa dari berbagai jurusan Materi disampaikan secara interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta didik baru.

SMAN 1 Toboali (Sesi kedua) Tema: Bahaya Narkoba pada Remaja Jumlah peserta: 200 siswa Mengupas mendalam soal faktor pendorong remaja rentan penyalahgunaan dan strategi pencegahan dini.

Seluruh kegiatan ini menghadirkan para penyuluh dan tenaga edukatif BNNK Bangka Selatan, seperti Navy Christy Purba, S.Sos, Siti Nurchopipah, SE, Dinda Mauludi, S.Psi, Rangga Abdillah, Vidia Natasha, S.I.Kom, dan Roni Efendi, AMK.
Mereka menyampaikan pesan moral dan edukasi melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami pelajar.
Kegiatan ini disambut antusias para siswa. Banyak di antara mereka aktif bertanya dan berdiskusi, menandakan kesadaran terhadap isu narkoba semakin tumbuh di kalangan remaja.
Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, SE MM mengatakan, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat informatif, namun juga membekali peserta dengan keterampilan sosial untuk menolak ajakan negatif.
“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka harus memiliki ketahanan diri yang kuat sejak dini,” ujar Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer.
Ia juga menegaskan bahwa peran pelajar sangat vital dalam menyukseskan Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran DIPA, alias NON-DIPA, menunjukkan sinergi antara BNNK dan pihak sekolah yang sangat solid dalam mengupayakan pencegahan narkoba di dunia pendidikan,” tutur Hendra Amoer.
Melalui momentum MPLS ini, BNNK Bangka Selatan tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia pendidikan dalam mencetak “Pelajar Hebat Tanpa Narkoba”.
“Diharapkan para siswa yang telah mendapatkan pemahaman ini bisa menjadi duta anti-narkoba dan menyebarkan pengaruh positif di lingkungannya masing-masing,” pungkas Hendra Amoer.
(Eboy)
#infobnn_ri
#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree
#baselbersinar
#bnnkbangkaselatan
#asakkawakitepacak





