Anshori: Dindikdasmen Basel Perjuangkan Tambahan Kuota SMP, Cegah Anak Sekolah Jauh dari Rumah

TOBOALI, BANGKA SELATAN – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah (Kadindikdasmen) Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penambahan kuota daya tampung siswa di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya.
Hal ini dilakukan untuk mengatasi persoalan kelebihan siswa di beberapa sekolah dan mencegah anak-anak harus bersekolah jauh dari tempat tinggal mereka.
“Kita telah menambahkan daya tampung di beberapa sekolah SMP yang ada di Basel karena memang ada kelebihan siswa,” ujar Anshori di Toboali, Selasa (8/7/2025).
Menurut Anshori, penambahan daya tampung ini dilakukan karena beberapa SMP di Basel mengalami lonjakan jumlah pendaftar yang menyebabkan kuota awal tidak mencukupi. Di SMP Negeri 1 Toboali tercatat kelebihan sebanyak 15 siswa, sedangkan di SMP Negeri 2 Toboali terdapat kelebihan 16 siswa.
Meski jumlah rombongan belajar (rombel) tidak bisa ditambah karena keterbatasan fasilitas dan regulasi, namun peningkatan daya tampung masih memungkinkan dilakukan. Sebelumnya, satu kelas hanya diisi maksimal 37 siswa, namun kini Dindikdasmen mengajukan agar jumlah tersebut dinaikkan menjadi 40 siswa per kelas, sesuai batas maksimal yang diperbolehkan.
“Sebelum kita ajukan, satu kelas hanya diisi 37 siswa. Tapi sekarang kita sedang proses pengajuan agar bisa diisi hingga 40 siswa per kelas,” jelasnya.
Selain di wilayah kota, kelebihan jumlah siswa juga terjadi di sejumlah sekolah di pedesaan. Di Dusun Limus, Desa Serdang, SMP setempat mencatat kelebihan sebanyak 12 siswa. Di SMP Negeri 4 Payung, jumlah kelebihan lebih besar lagi, mencapai 24 siswa. Begitu pula di beberapa desa lain seperti Airbara dan Tepus yang menghadapi kondisi serupa.
Anshori menekankan bahwa perjuangan menambah daya tampung ini bukan hanya sekadar soal angka, melainkan bentuk nyata perhatian terhadap akses pendidikan yang adil dan merata.

Ia mencontohkan kasus siswa di Dusun Limus yang terpaksa harus mendaftar ke SMP di Rias karena sekolah terdekat sudah penuh. Ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi keluarga, terutama jika hanya memiliki satu kendaraan.
“Kalau harus ke sekolah yang jauh, orang tua tentu harus mengantar, apalagi kalau di rumah cuma ada satu kendaraan. Ini jelas menyulitkan dan membebani keluarga,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Dindikdasmen Basel telah mengajukan penambahan kuota daya tampung ke Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Pengajuan ini dilengkapi dengan data, analisis kebutuhan, serta perubahan redaksi sesuai ketentuan administrasi. Selanjutnya, BPMP akan menyampaikan pengajuan tersebut ke Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk disetujui.
“Kita sudah ajukan ke BPMP dan berharap segera diteruskan ke Kementerian. Harapan kita, pengajuan ini disetujui supaya semua anak bisa bersekolah di tempat terdekat dari rumah mereka,” pungkasnya.
Langkah Dindikdasmen Basel ini diapresiasi oleh banyak pihak karena menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Anshori berharap kebijakan ini bisa segera terealisasi agar tidak ada lagi anak-anak yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk bisa bersekolah.
Progres Daya Tampung SMP Negeri dalam Pelaksanaan SPMB Online TP 2025/2026 Kabupaten Bangka Selatan :
Daya Tampung : 3412
Jumlah diterima: 2805
Selisih realisasi: -607
Jumlah terdaftar/ terverifikasi: 2877
Kondisi daya tampung : -535.





