Bangka BaratBangka BelitungBerandaBeritaPT Timah

SDN 4 Mentok Ajak Siswa Belajar Sejarah di Museum Timah Indonesia, Tanamkan Cinta Budaya Lokal Sejak Dini

BANGKA BARAT – Suasana berbeda tampak di Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kamus (29/5/2025).

Puluhan siswa dari SD Negeri 4 Mentok, tampak antusias mengikuti pembelajaran luar kelas yang sarat akan nilai sejarah dan budaya lokal.

Sebanyak 50 siswa dari kelas IV dan V, didampingi oleh guru pendamping dan orang tua, berkunjung ke museum yang juga merupakan bagian dari kawasan Cagar Budaya Mentok. Kegiatan ini bukan hanya jalan-jalan biasa, tapi bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan tema Kearifan Lokal.

Guru pendamping, Marlena, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkenalkan sejarah kota Mentok dan pentingnya timah dalam kehidupan masyarakat Bangka. Menurutnya, pembelajaran langsung seperti ini jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai sejarah dan budaya.

“Di sekolah belum tersedia materi khusus tentang sejarah timah dan kota Mentok. Museum ini jadi sarana belajar langsung yang sangat bermanfaat. Anak-anak bisa melihat sendiri benda-benda bersejarah, bukan hanya membaca di buku,” jelas Marlena.

Museum Timah Indonesia Mentok memamerkan berbagai koleksi penting seperti peralatan penambangan kuno, dokumen sejarah kolonial, serta perkembangan industri timah dari masa ke masa. Para siswa pun mendapat penjelasan langsung dari petugas museum yang menyampaikan informasi secara interaktif.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melanjutkan pembelajaran sebelumnya yang telah dilakukan di beberapa bangunan bersejarah lainnya, seperti Klenteng Kong Fuk Miau dan Masjid Jami Mentok, yang memperkaya pemahaman siswa terhadap warisan budaya multikultural di daerah mereka.

Baca juga  PT TIMAH Tbk Raih Penghargaan Wajib Pajak Badan Terbesar dari Pemkab Bangka Barat

Respon positif datang dari para orang tua. Salah satu wali murid, Septiriani, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan edukatif tersebut.

“Sebagai orang tua, saya sangat senang anak kami bisa ikut kunjungan seperti ini. Mereka jadi tahu bahwa kota Mentok punya sejarah besar dan timah itu bukan hanya tambang, tapi bagian dari identitas daerah. Ini pengalaman belajar yang tidak mereka dapatkan setiap hari,” ujarnya.

Kegiatan ini pun disambut hangat oleh para siswa. Genita, siswi kelas V, merasa senang bisa belajar sambil melihat langsung benda-benda bersejarah.

“Belajar di luar kelas itu seru. Kita bisa lihat alat-alat tambang dan dengar cerita sejarah langsung. Nggak membosankan kayak di kelas,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, temannya Rafi’i berharap sekolah bisa mengadakan kegiatan serupa di masa depan.

“Senang bisa main dan belajar bareng teman-teman. Aku pengen bisa ke sini lagi,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual dan interaktif dapat memperkuat semangat belajar serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya lokal sejak dini.

Museum Timah Indonesia Mentok terbukti menjadi media edukatif yang efektif, terutama dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui P5.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lebih banyak sekolah di Bangka Belitung terinspirasi untuk menjadikan sumber daya budaya lokal sebagai ruang kelas terbuka yang sarat makna dan pengalaman langsung. (Ayi)

sumber: www timah.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!