BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPT Timah

Nenek yang Tangguh Mahdarna Tak Lagi Tinggal di Rumah Reyot, PT Timah Tbk Wujudkan Rumah Layak Huni

BANGKA — Mahdarna (66), warga Lingkungan Sinar Jaya, Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak lagi cemas menjalani hari-harinya, Rabu (21/5/2025).

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah nyaris roboh, perempuan yang akrab disapa Nenek Darna ini akhirnya mendapatkan bantuan rumah layak huni dari PT Timah Tbk yang berkolaborasi dengan pemerintah dan perangkat RT setempat.

Sebelumnya, Nenek Darna hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rumahnya yang rapuh dengan dinding bolong dan atap rusak nyaris ambruk sewaktu-waktu. Saat hujan turun deras atau angin bertiup kencang, ia harus mencari sudut rumah yang tidak basah agar bisa bertahan semalam lagi.

“Dulu nenek takut dipancak genteng karena atapnya sudah roboh semua. Kalau hujan bocor di mana-mana, sekarang sudah tenang, enggak takut lagi. Nenek enggak nyangka rumah ini bisa dibangun,” ujar Darna dengan mata berkaca-kaca saat ditemui akhir pekan lalu.

Kesehariannya diisi dengan bertani di pekarangan kecil rumah. Ia menanam pisang, pepaya, labu, dan aneka tanaman lain yang hasilnya digunakan untuk menyambung hidup.

Meski serba terbatas, Darna dikenal sebagai sosok yang murah hati dan tak segan berbagi, sehingga banyak tetangga yang turut peduli terhadap kondisinya.

Melalui program bantuan sosial PT Timah, impiannya untuk tinggal di rumah yang aman akhirnya terwujud. Rumah sederhana namun kokoh kini berdiri di tempat rumah reyotnya dulu berada. Bantuan ini disalurkan setelah pengajuan dari RT dan pemerintah setempat mendapatkan respons positif dari perusahaan.

Baca juga  68 Warga Babel Jadi Korban TPPO, DPRD Bangka Belitung Gerak Cepat Pastikan Pemulangan

“Nenek tahu rumah ini dibangun PT Timah. Semoga PT Timah sehat dan maju terus supaya bisa bantu orang-orang seperti nenek. Terima kasih, nenek sangat bersyukur,” ungkap Darna penuh syukur.

Ketua RT 2 Lingkungan Sinar Jaya, Budianto, membenarkan bahwa kondisi rumah Darna sebelumnya memang tidak layak huni dan membahayakan.

“Hampir 80 persen rumahnya rusak, genteng sudah banyak lepas, dindingnya pun tembus pandang. Kami pernah mengusulkan bantuan ke pemerintah, tapi mungkin terkendala biaya. Alhamdulillah, PT Timah bisa merealisasikan pembangunan rumah ini,” jelas Budianto.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Timah terhadap warganya. Menurutnya, ini bukan kali pertama perusahaan tersebut membantu masyarakat sekitar.

“PT Timah sering membantu masyarakat kami, dan kehadiran mereka sangat kami rasakan manfaatnya. Semoga PT Timah semakin maju dan terus hadir untuk membantu warga yang membutuhkan,” harapnya.

Kisah Nenek Darna menjadi pengingat bahwa dengan kepedulian dan kolaborasi, kehidupan masyarakat kecil bisa berubah lebih baik. Bantuan rumah layak huni ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan juga harapan baru untuk menjalani masa tua dengan lebih damai. (Tri)

sumber: www.timah.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!