
KARIMUN – Komitmen PT Timah Tbk dalam melestarikan budaya lokal kembali diwujudkan melalui dukungan terhadap tradisi masyarakat Melayu di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (1/5/2025).
Perusahaan tambang ini terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui pelestarian adat dan budaya di wilayah operasionalnya.
Salah satu wujud nyata dari komitmen ini terlihat pada momen Bulan Ramadan lalu, di mana PT Timah menyalurkan bantuan kepada sejumlah kelompok pemuda di Karimun untuk mendukung pelaksanaan tradisi lampu colok dan lampu hias elektrik.
Kelompok penerima bantuan tersebut antara lain Pemuda P3TU Teluk Uma, Ikatan Pemuda Pelambung, Pemuda Ranggam, Ikatan Pemuda Asmara Dewi, dan Ikatan Pemuda Pemudi Darat Mata Air.
Tradisi lampu colok sendiri merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam tradisi ini, pelita berbahan minyak tanah disusun menjadi berbagai bentuk ornamen dan simbol, menciptakan panorama malam yang indah dan sarat makna spiritual. Lebih dari sekadar hiasan, lampu colok menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan semangat gotong royong antar warga.
Tak hanya pelita tradisional, penggunaan lampu hias elektrik juga kini menjadi bagian dari inovasi masyarakat dalam memperkaya tradisi tersebut.
Kehadirannya menambah semarak suasana Ramadan serta membuka ruang kreasi bagi generasi muda untuk tetap terlibat dalam menjaga budaya, sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dukungan PT Timah mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Salah satunya datang dari Farid, Wakil Ketua Pemuda Pelambung, Desa Pongkar.
“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada PT Timah yang telah memberikan bantuan untuk pembuatan lampu hias elektrik. PT Timah selalu hadir membantu setiap kegiatan pemuda maupun masyarakat di RW 1, Desa Pongkar,” ungkapnya.
Dukungan PT Timah terhadap budaya lokal tidak hanya terbatas di Karimun. Perusahaan ini juga aktif melestarikan beragam tradisi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti tradisi nuju jerami, perang ketupat, dan lainnya.
Langkah ini mencerminkan semangat PT Timah untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga identitas budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa. ( Shin)
sumber: www.timah.com





