Saparudin–Dessy Usung Prinsip Tiga Tungku, Siap Bawa Perubahan untuk Kemajuan Kota Pangkalpinang

PANGKALPINANG — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif dan Dessy Ayutrisna, menyatakan kesiapan mereka membawa perubahan nyata untuk kemajuan Kota Pangkalpinang.
Melalui Prinsip “Tiga Tungku” yang mereka usung, pasangan ini berkomitmen membangun kota dengan landasan keseimbangan, ketenteraman, dan kemajuan.
Dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Nomor Urut yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang pada Rabu malam, 23 Juli 2025, Saparudin–Dessy mendapatkan nomor urut 3.
Angka ini bukan sekadar penanda dalam kontestasi politik, melainkan menjadi simbol filosofi perjuangan yang mereka pegang teguh.
“Tiga tungku itu ajaran kearifan lokal yang mencerminkan bahwa semua harus berjalan seimbang. Tanpa keseimbangan, satu goyah, maka yang lain ikut runtuh. Dalam konteks pemerintahan, ini menyangkut pemerataan pembangunan, ketenteraman sosial, dan kemajuan ekonomi,” ungkap Prof. Saparudin, calon Wali Kota yang akrab disapa Prof Udin.
Prinsip Tiga Tungku: Fondasi Kepemimpinan Berkeadilan
1. Keseimbangan Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh warga, bukan hanya terkonsentrasi di pusat kota.
Saparudin–Dessy menyiapkan strategi pembangunan yang berbasis data kebutuhan warga, menjangkau wilayah pinggiran, kawasan padat, dan daerah kurang berkembang.
2. Ketenteraman Dalam kota yang multikultural seperti Pangkalpinang, harmoni sosial menjadi kunci utama.
Pasangan ini menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama, penguatan peran tokoh masyarakat, serta perlindungan kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam pembangunan.
3. Kemajuan Visi besar Saparudin–Dessy adalah menjadikan Pangkalpinang maju secara ekonomi dan sumber daya manusia. Mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi rakyat, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan infrastruktur kota yang modern dan ramah lingkungan.
“Kami tidak datang membawa janji kosong. Kami datang membawa rencana, semangat kerja, dan kehendak untuk membenahi. Pangkalpinang butuh perubahan yang bisa dirasakan rakyat,” ujar Dessy Ayutrisna, calon Wakil Wali Kota yang dikenal vokal di isu perempuan dan anak.
Kombinasi Pemimpin Berpengalaman dan Visioner
Prof. Saparudin adalah akademisi dan intelektual yang selama ini dikenal dekat dengan berbagai kalangan, dari tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga komunitas etnis. Ia banyak dipercaya sebagai jembatan antarsegmen sosial di Pangkalpinang.
Dessy Ayutrisna, yang akrab disapa Cece Dessy, merupakan tokoh muda progresif yang aktif di lapangan sosial, pendidikan, dan advokasi kesehatan. Kehadirannya dalam politik lokal disebut sebagai representasi energi baru dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput.
Dukungan dari Masyarakat Menguat
Sejak awal pencalonan, pasangan ini rutin melakukan kunjungan ke kampung-kampung, dialog warga, hingga forum komunitas. Sambutan hangat yang mereka terima menunjukkan bahwa warga menginginkan sosok pemimpin yang merakyat, adil, dan punya visi jelas.
“Pangkalpinang butuh perubahan yang berpihak pada rakyat kecil. Kami hadir bukan untuk tampil di spanduk, tapi untuk bekerja di lapangan. Bersama rakyat, kami siap majukan kota ini,” ujar Prof. Udin menegaskan.
Dengan fondasi nilai lokal, visi inklusif, dan program kerja nyata, pasangan Saparudin–Dessy tampil bukan sekadar sebagai kontestan politik, tetapi sebagai simbol perubahan yang ditunggu-tunggu.
Mereka membawa harapan baru agar Pangkalpinang menjadi kota yang berkembang, adil, tenteram, dan sejahtera bagi semua warganya. (Yudi)





